UEA Longgarkan Aturan, Mulai Kumpul Kebo hingga Alkohol

UEA Longgarkan Aturan, Mulai Kumpul Kebo hingga Alkohol

Suasana malam di Hamdan Centre di Abu Dhabi. (foto - The National)

Abu Dhabi  -  Pemerintah  Uni  Emirat  Arab  (UEA) dikabarkan  melonggarkan  sejumlah  aturan  di  negara  itu.  Mulai dari dibolehkannya pasangan belum menikah untuk tinggal bersama, pelonggaran pembatasan alkohol serta mengkriminalkan apa yang disebut "pembunuhan demi kehormatan".

Dilansir Associated Press, Minggu (8/11/2020) maraknya kehidupan masyarakat yang menjunjung kebebasan pribadi membuat UEA menjadi tujuan wisatawan. Reformasi itu bertujuan untuk meningkatkan status ekonomi dan sosial negara, serta mengkonsolidasikan prinsip toleransi di UEA.

"Mengkonsolidasikan prinsip toleransi UEA," demikian pernyataan kantor berita WAM yang dikelola pemerintah. namun, tak disebutkan sumber dari mana informasi itu. Hanya saja diberitahukan kalau informasi itu merupakan pengumuman kejutan akhir pekan.

Keputusan pemerintah di balik perubahan itu diuraikan secara luas di surat kabar terkait negara The National. Langkah itu mengikuti kesepakatan bersejarah yang ditengahi AS untuk menormalkan hubungan antara UEA dan Israel, yang diharapkan akan membawa masuknya turis dan investasi Israel

Perubahan hukum yang menurut The National akan segera berlaku itu juga mencerminkan upaya penguasa Emirates, untuk mengimbangi perubahan cepat masyarakat di dalam negeri. Perubahan itu didukung oleh berbagai kalangan, salah satunya pekerja seni.

"Saya sangat bahagia dengan undang-undang baru yang progresif dan proaktif ini," kata pembuat film Emirat Abdallah Al Kaabi, yang seninya telah membahas topik tabu seperti cinta homoseksual dan identitas gender. "Pada 2020 menjadi tahun yang sulit dan transformatif bagi UEA," tambahnya.

Perubahan itu juga termasuk penghapusan hukuman untuk konsumsi alkohol, penjualan dan kepemilikan bagi mereka yang berusia 21 tahun ke atas. Dalam peraturan awal, warga yang membeli minuman beralkohol harus mengantongi izin dari pemerintah.

Aturan baru tersebut nantinya memungkinkan muslim yang telah dilarang akan mendapatkan izin untuk minum minuman beralkohol dengan bebas. The National pun menyebut, ada perubahan lain yang memungkinkan "kohabitasi pasangan yang belum menikah".

Selama ini hal itu disebut telah lama menjadi kejahatan di UEA. Pihak berwenang, terutama di pusat keuangan Dubai yang lebih bebas, seringkali menemukan orang asing yang melakukannya, tetapi ancaman hukuman masih bertahan. Percobaan bunuh diri yang dilarang dalam hukum Islam juga akan didekriminalisasi.

Pemerintah akan menghapus undang-undang yang membela 'kejahatan demi kehormatan'. Hal itu untuk melindungi hak-hak wanita agar lebih baik ke depannya. Kejahatan demi kehormatan itu biasanya merupakan kebiasaan suku, di mana kerabat laki-laki dapat menghindari penuntutan karena menyerang seorang wanita yang dianggap tidak menghormati keluarga.

Hukuman untuk kejahatan yang dilakukan untuk memberantas aib seorang wanita. Sebab, pergaulan bebas atau tidak mematuhi aturan agama dan budaya, sekarang akan sama untuk jenis penyerangan lainnya.

Meski begitu, nilai-nilai Islam tradisional tetap kuat dalam persatuan tujuh kerajaan gurun pasir itu. Seorang peneliti Timur Tengah di Quincy Institute for Responsible Statecraft, Annelle Sheline menulis di Twitter, perubahan ini dapat memungkinan terjadi.

Ia mengatakan, tidak ada perlawanan karena populasi warga di Kota Utama Dubai sangat kecil. "Bisa terjadi tanpa terlalu banyak perlawanan populer karena populasi warga, terutama di kota-kota utama Dubai dan Abu Dhabi sangat kecil," sebutnya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait