Uji Klinis Vaksin Sinovac Masuki Tahap Monitoring Relawan

Uji Klinis Vaksin Sinovac Masuki Tahap Monitoring Relawan

Penyuntikan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung. (foto - ant)

Bandung  -  Uji  klinis  tahap  III  vaksin  Corona  (Covid-19)  Sinovac  sudah  memasuki  tahap  monitoring  relawan, setelah dilakjukan penyuntikan pada efikasi (khasiat), imunogenicity dan keamanan vaksin yang ditargetkan tuntas pada Mei 2021.

Monitoring itu melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dengan membuat laporan interim. Berupa data keamanan, imunogenisitas dan efikasi 3 bulan pada awal Januari 2021 untuk mendapatkan persetujuan penggunaan dalam keadaan darurat (Emergency Use Authorization / EUA).

Berdasarkan keterangan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, tujuan dilakukannya uji klinis secara multicenter, terutama untuk melihat tingkat keampuhan vaksin tersebut pada berbagai ras di dunia.

Indonesia adalah bagian dari uji klinis global tahap 3 untuk calon vaksin Covid-19 dari Sinovac, dengan total relawan lebih dari 20 ribu oang. Di Indonesia sendiri, dilaksanakan di Bandung dengan jumlah relawan sebanyak 1.620 orang.

"Mereka berasal dari multi etnis yang ada di Indonesia, bahkan beberapa relawan ada yang berasal dari keturunan Eropa,” ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).

Honesti menambahkan, pihak Sinovac pun ikut melaksanakan monitoring uji klinis tahap III ke sejumlah tempat yang ditunjuk sebagai multicenter untuk uji klinis tahap 3. Untuk di Indonesia sendiri dilaksanakan pada 2 - 6 November 2020 yang lalu.

Tujuan tim Sinovac melaksanakan kunjungan ke Indonesia, untuk ikut memantau pelaksanaan uji klinis tahap III di Puskesmas yang dijadikan tempat uji klinis. Sebelumnya mereka mengadakan kegiatan yang sama di negara Turki.

"Alhamdulillah, tim Covid-19 dari Sinovac yang dipimpin oleh Mr. Yuansheng Hu sebagai Senior Manager Clinical Department mengunjungi Indonesia. Dibahas sejauhmana pelaksanaan uji klinis tahap III berlangsung dan memastikan, vaksin ini akan memiliki keamanan dan keampuhan serta kualitas yang memenuhi standar," katanya.

Seperti diketahui, vaksin merupakan produk biologis yang diberikan kepada seseorang untuk melindunginya dari penyakit yang melemahkan, bahkan mengancam jiwa. Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi secara efisien, dengan mengaktifkan respons tubuh terhadap penyakit tertentu.

Setelah melakukan vaksin, tubuh akan mengingat virus atau bakteri pembawa penyakit, mengenalinya serta tahu bagaimana cara untuk melawannya. Tentunya vaksin akan melindungi diri juga melindungi orang lain, dan tentu saja melindungi negeri ini dari wabah penyakit. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,