Fakta Baru Kasus 22 Miliar yang Digasak Kepala Cabang Maybank

Fakta Baru Kasus 22 Miliar yang Digasak Kepala Cabang Maybank

Winda Lunardi (Winda Earl). (foto - Instagram)

Jakarta - Atlet e-Sports Winda Lunardi (Winda Earl) ternyata memang tidak diberikan buku tabungan dan kartu ATM oleh Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A. Tidak diberikannya buku tabungan itu menjadi awal mula pembobolan rekening milik korban.

Hal tersebut diketahui setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, pada Senin 16 November 202. Hasilnya, tersangka mengakui tidak memberikan buku tabungan dan kartu ATM kepada korbannya.

"Nasabah harusnya mendapat buku dan kartu ATM, namun oleh tersangka tidak diberikan kepada Winda," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Ia menjelaskan mengenai kronologi korban akhirnya mau membuka rekening di Maybank. Saat itu, tersangka yang juga menjabat Kepala Cabang Maybank Cipulir mendatangi kantor ayah Winda Earl. Tersangka menitipkan berkas atau dokumen, berupa aplikasi pendaftaran untuk pembukaan rekening di Maybank.

Tersangka mendatangi kantor ayah Winda untuk menitipkan dokumen berupa aplikasi data diri nasabah blanko formulir pembukaan rekening, dan beberapa slip aplikasi kiriman uang serta pemindah-bukuan kepada Herman Lunardi untuk ditandatangani oleh Winda.

Setelah dilengkapi oleh ayah Winda, tersangka akhirnya membawa formulir itu ke kantornya di Maybank Cipulir. Namun saat formulir ituhendak disetor untuk diverifikasi, ada sejumlah tindakan yang dilakukan oleh tersangka.

"Formulir itu dibawa ke kantor dan diisi oleh tersangka dengan nomor telepon yang sudah disiapkan apabila ada pengecekan dari bank. Selanjutnya data tersebut dimasukkan ke dalam sistem bank," katannya.

Setelah dimasukkan ke dalam sistem bank, tersangka lalu tidak memberikan buku tabungan dan kartu ATM kepada korbannya. Namun tidak dijelaskan alasan tersangka tidak memberikan buku tabungan itu kepada korbannya.

Seperti diketahui, Winda D Lunardi meminta uang tabungan senilai Rp 22 miliar yang raib dari rekeningnya di Maybank untuk segera dikembalikan seutuhnya. Kuasa Hukum Winda Earl, Joey Pattinasarany menyampaikan, pengembalian dana itu dinilai tak perlu menunggu putusan pengadilan selesai.

Pasalnya, tak ada aturan yang mengatur perihal mekanisme itu. "Klien saya ingin uangnya Rp 22 miliar dan bunga-nya dikembalikan. Tidak ada aturan yang menyebutkan, pengembalian uang nasabah harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Jangan membuat aturan sepihak tanpa dasar hukum yang jelas," kata Joey.

Menurutnya, jika menunggu sampai adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap, tidak ada kepastian waktu bagi kliennya. Karena oknum bank dalam hal dinyatakan terbukti bersalah, masih mempunyai hak untuk mengajukan banding dan kasasi.

Ia pun menuntut pihak Maybank untuk bertanggung jawab atas kasus yang dialami kliennya. Sebab, kasus tersebut tak terlepas dari ulah oknum salah satu karyawannya. (Jr.)**

.

Tags:,