Ditangkap 5 Pelaku Penganiaya Remaja Bandung hingga Tewas

Ditangkap 5 Pelaku Penganiaya Remaja Bandung hingga Tewas

Lima pelaku penganiaya remaja Bandung mendekam di Mapolrestabes Bandung. (foto - ist)

Bandung - Lima orang dari 12 pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seorang remaja berinisial YB (16) berhasil digulung Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung bersama unit Reskrim Polsekta Bojongloa Kidul.

Para pelaku yang diamankan adalah mereka tergabung dalam salah satu kelompok motor yang ternama di Kota Bandung. Kelima pelaku yang diamankan yakni Awaludin Ramdani, Akbar Arifin, Jeka Kurnia, Jorgi Adiguna dan Remil Praga alias Emil.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Reskrim Kompol Adanan Mangopang didampingi Wakasat Reskrim AKP Dony Erwanto di Mapolrestabes Bandung, Selasa (24/11/2020) menyatakan, mereka menganiaya korban berinisial YB (16) hingga meninggal dunia.

Kejadian itu terjadi awal Oktober lalu sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Muarasari Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Saat itu, korban melintas menggunakan sepeda motor berknalpot bising.

"Para tersangka yang berada di lokasi merasa terganggu dan menegur korban untuk menurunkan kecepatan sepeda motornya. Kedua belah pihak akhirnya terlibat cekcok, hingga korban kemudian mengeluarkan golok," katanya.

Merasa terancam lanjut Adanan, para tersangka melakukan perlawanan dengan menganiaya menggunakan tangan kosong, kursi lipat pos satpam dan helm. Kalah jumlah, korban akhirnya tidak berdaya dan terkapar.

Korban tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit selama tiga jam. Sedangkan para tersangka melarikan diri. Polisi yang mendapatkan laporan langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi dan rekaman CCTV.

Sepekan setelah peristiwa itu, pihak kepolisian berhasil menangkap lima tersangka. Namun ia menduga, ada orang lain yang terlibat dalam kasus itu. "Sisanya masih DPO akan kami tangkap," tegasnya.

Sejumlah barang bukti yang disita antara lain kursi lipat, golok bersarung kayu dan helm. "Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana, dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,