Ibu Tinggalkan Bayi di Bandara Qatar Terancam 15 tahun Bui

Ibu Tinggalkan Bayi di Bandara Qatar Terancam 15 tahun Bui

Bandara International Hamad Doha Qatar. (foto - AFP)

Doha  -  Otoritas  Qatar  telah  temukan  ibu  dari  bayi  yang  ditinggalkan  di  Bandara  International  Hamad  Doha. Qatar meminta bantuan internasional agar bisa mengekstradisi ibu itu, agar dapat dihukum atas tuduhan percobaan pembunuhan.

Perempuan itu meninggalkan bayinya di Bandara Doha awal Oktober 2020, lalu melarikan diri ke luar negeri. Identitas perempuan itu hanya disebut berasal dari salah satu negara di Asia. Tes DNA mengkonfirmasi, ayah sang bayi merupakan pria Asia.

Dilansir Aljazeera, Selasa (24/11/2020) pemerintah Qatar menyatakan, insiden itu berawal setelah seorang bayi perempuan yang baru lahir ditemukan di dalam kantong plastik di tempat sampah, di ruang keberangkatan Bandara Internasional Hamad pada 2 Oktober.

Penemuan itu memicu pencarian langsung terhadap orangtua, termasuk pada 10 pesawat di sekitarnya. Sejumlah perempuan dalam penerbangan Qatar Airways menuju Sydney menyebutkan, mereka diperintahkan untuk turun dibawa ke ambulans di landasan, dan disuruh melepas pakaian dalam mereka untuk pemeriksaan.

Para perempuan itu mengatakan, mereka tidak diberi informasi oleh pejabat setempat. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk memberikan persetujuan. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan insiden itu "mengerikan" dan "tidak dapat diterima".

Perdana Menteri Qatar Sheikh Khalid bin Khalifa Al Thani mengakui, ada pelanggaran prosedur dalam pemeriksaan itu dan ia meminta maaf. "Permintaan maaf yang tulus atas apa yang dialami beberapa pelancong perempuan," katanya.

Pada Senin lalu jaksa penuntut umum di Qatar mengumumkan, mereka telah mengajukan tuntutan pidana terhadap sejumlah karyawan yang bekerja di Departemen Keamanan Bandara. Petugas telah melanggar hukum "dengan memanggil staf medis perempuan untuk melakukan pemeriksaan eksternal terhadap beberapa penumpang perempuan", dan menghadapi hukuman tiga tahun penjara jika terbukti bersalah.

Jaksa penuntut mengatakan, mereka juga telah mendakwa ibu dari anak itu atas percobaan pembunuhan. Mereka mengambil tindakan hukum sesuai dalam kerja sama peradilan internasional untuk menangkap buronan.

Sang ibu bayi terancam hukuman 15 tahun penjara jika dia diekstradisi dan dihukum. "Penyelidikan mengungkapkan, ibu bayi yang memiliki kewarganegaraan negara Asia memiliki hubungan dengan orang lain, yang berkebangsaan salah satu negara Asia," kata pernyataan itu.

"Ayah dari bayi itu mengakui, ia memiliki hubungan dengan ibu bayi itu dan telah mengiriminya pesan dan foto bayi yang baru lahir segera setelah dia lahir," tambahnya. "Surat itu termasuk dia yang mengatakan, telah (meninggalkan) bayi yang dia lahirkan dan melarikan diri ke negaranya".

Diketahui, sang ayah bayi tersebut masih berada di Qatar. Tidak jelas apakah dia menghadapi dakwaan. Sementara bayi yang ditinggalkan di bandara itu dirawat oleh otoritas Qatar. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,