BMKG ungkap Penyebab angin kencang landa Bandung Raya

BMKG ungkap Penyebab angin kencang landa Bandung Raya

Pohon tumbang di Jalan Cihampelas Bandung, Selasa 8 Desember 2020 malam. (foto - Twitter)

Bandung  -  Hembusan  angin  kencang  yang  melanda  wilayah  Bandung  Raya  diprediksi  bakal  terjadi  dalam beberapa hari ke depan. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap, fenomena itu dikarenakan adanya siklon tropis di Samudera Hindia.

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab, dari pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di selatan Jawa ada bibit siklon tropis dengan kode 96S, yang menyebabkan peningkatan kecepatan aliran udara.

Dampak dari 96S itu katanya, juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di sekitar wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta serta Jawa Timur.

"Kondisi cuaca hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi di Bandung dan beberapa lokasi lain di bagian selatan Indonesia, disebabkan oleh fenomena atmosfer dalam skala yang lebih luas," kata Fachri, Selasa (8/12/2020).

Menurutnya, dari pemodelan yang dilakukan, bibit siklon tropis tersebut berpotensi menjadi siklon tropis pada Selasa malam atau Rabu pagi, yang bergerak ke arah Tenggara-Selatan menjauhi wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan, pergerakan massa udara yang massif dan kencang dari wilayah utara Indonesia ke wilayah selatan, memicu angin menjadi lebih kencang di kawasan Priangan dan sekitarnya. Diprediksi, pergerakan massa udara itu akan berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan.

Sebagai antisipasi terjadinya bencana atau kerusakan, ia mengimbau agar masyarakat membuat mitigasi dan memangkas dahan pohon yang berpotensi jatuh dan membahayakan. "Pastikan juga lingkungan kita siap untuk menerima dan mengalirkan air hujan, sehingga dapat mengurangi risiko banjir," katanya.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Kertajati Ahmad Faa Iziyn mengatakan, angin kencang diprediksi melanda sebagian wilayah Jabar. antara lain Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan ( Ciayumajakuning).

Angin kencang diperkirakan memiliki kecepatan maksimal mencapai 59 kilometer per jam. "Mulai hari Selasa hingga Kamis wilayah Cirebon berpotensi diterjang angin kencang," katanya. Pningkatan kondisi kecepatan angin di wilayah Cirebon meliputi Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu kata Faiz, pihaknya mengimbau kepada warga agar tetap waspada, karena kecepatan angin itu bisa saja menumbangkan pohon atau lainnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,