Dipulangkan 21 WNI Bekerja di Saudi Pakai Visa Ziarah

Dipulangkan 21 WNI Bekerja di Saudi Pakai Visa Ziarah

KJRI pulangkan 21 WNI bermasalah yang bekerja di Arab Saudi. (foto - KJRI Jeddah)

Jakarta - Sebanyak 21 WNI bermasalah dipulangkan dari Jeddah Arab Saudi. Mereka diberangkatkan ke Arab Saudi oleh sejumlah oknum penyalur tenaga kerja ke Arab Saudi, dengan visa ziarah (kunjungan).

Konsulat Jenderal (KJRI) Jeddah Eko Hartono, menyesalkan ulah sejumlah pihak yang nekat memberangkatkan WNI, untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Arab Saudi dengan visa ziarah.

Pasalnya, WNI itu tidak dilindungi dengan perjanjian kerja dan dokumen pendukung yang semestinya, sehingga menyulitkan perwakilan RI untuk memberikan pembelaan hukum jika terjadi wanprestasi.

Eko menyatakan, pemerintah masih berpegang pada kebijakan yang berlaku, yakni moratorium pengiriman tenaga kerja untuk sektor domestik sejak 2011.

Pada 2015, penghentian pengiriman tenaga kerja untuk sektor domestik, seperti pembantu rumah tangga atau sopir pribadi keluarga ke seluruh negara di Timur Tengah. Termasuk Arab Saudi yang diperkuat melalui Permen Tenaga Kerja RI No 260 Tahun 2015.

"Jadi, sangat berisiko berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja secara unprocedural. Hampir setiap hari kami menerima WNI perempuan yang kabur dari rumah pengguna jasa, karena menjadi korban eksploitasi," tegas Eko dalam keterangannya, Selasa (15/12/2020).

Para WNI itu disalurkan oknum yang bekerja sama dengan perusahaan perekrutan tenaga kerja (recruitment agency) di Arab Saudi. Mereka disalurkan perusahaan perekrut ke sejumlah rumah tangga untuk bekerja sebagai ART, dengan sistem sewa dan tarif yang cukup tinggi.

Namun para WNI itu diberi upah yang sangat kecil. Karena tidak tahan, mereka memilih kabur dari rumah majikan ke KJRI Jeddah. Kepada petugas, para WNI bermasalah itu mengaku dipaksa bekerja di rumah pengguna jasa tanpa mengenal jam istirahat.

Pelaksana Fungsi Konsuler-1 KJRI Jeddah Safaat Ghofur berpesan kepada rombongan WNI yang dipulangkan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang dan tidak mudah termakan dengan bujuk rayu calo.

"Kami juga berharap Ibu-Ibu untuk turut membagikan pengalaman pahitnya ke kerabat atau orang-orang terdekat, agar tidak menjadi korban percaloan dan tidak mengalami hal serupa," kata Safaat yang juga Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga.

KJRI Jeddah menyatakan, pihaknya akan menggandeng berbagai instansi terkait termasuk Bareskrim Polri, untuk memburu dan menindak tegas para oknum penyalur. Pihak yang terlibat pun akan diproses hukum.

Para WNI dipulangkan dengan maskapai Garuda dari Jeddah, pada Senin 14 Desember malam. Mereka telah tiba di tanah air, pada Selasa 15 Desember. Sebagian besar dari rombongan WNI yang dipulangkan adalah kaum perempuan. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,