Pegawai Bank BUMN Itu Sempat Melawan Sebelum Dibunuh

Pegawai Bank BUMN Itu Sempat Melawan Sebelum Dibunuh

Ni Putu Widyastuti, karyawati Bank BUMN di Denpasar Bali. (foto - ist)

Denpasar  -  Karyawati   Bank  BUMN  di  Denpasar  Bali  Ni  Putu  Widyastuti  tewas  di  rumahnya   dengan  tubuh  penuh luka tusukan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka terbuka di tubuh korban, yang mengindikasikan adanya upaya perlawanan.

"Ditemukan adanya sejumlah luka terbuka. Hal tersebut menunjukkan adanya perlawanan dari korban sebelum meninggal," kata dokter forensik di RSUP Sanglah Ida Bagus Alit, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, jenazah korban diterima forensik RSUP Sanglah pada pukul 12.40 Wita. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diperkirakan korban belum lama tewas. "Kita bisa memperkirakan korban meninggal kurang delapan jam sebelum kita periksa," katanya.

Ia menjelaskan, sedikitnya ada 32 luka yang ditemukan di sekujur tubuh korban. Termasuk di antaranya 25 luka tusukan senjata tajam. Luka tersebut tersebar di bagian leher, punggung dan perut.

Seperti diketahui, Ni Putu Widyastuti ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Kertanegara Gang Widura Nomor 24 Ubung Kaja Denpasar, pada Senin 29 Desember 2020 pagi. Polisi menduga, perempuan asal Gianyar itu merupakan korban perampokan. Dugaan itu diperkuat dengan hilangnya motor dan sejumlah uang milik korban.

Sebelumnya, Polresta Denpasar menduga karyawati Bank BUMN yang tewas dengan 25 luka tusukan itu merupakan korban perampokan. Sehari-hari korban bernama Ni Putu Widyastuti (24) itu tinggal seorang diri di rumahnya.

Lokasi rumah korban Jalan Kertanegara Gang Widura No 24 Ubung Kaja Denpasar.

 

Menurut tetangga korban yang bernama Gede Sumarjaya, korban sehari-hari memang tinggal seorang diri di rumah itu, sedangkan orangtua korban berada di Sukawati Gianyar. Namun korban juga jarang terlihat di rumah.

Warga menduga, karena kesibukan korban sebagai karyawati bank BUMN sehingga jarang berinteraksi dengan warga sekitar. "Hanya di saat bersembahyang di depan rumahnya baru bertemu dan berinteraksi," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Gede Putu Anom Danujaya mengatakan, motif pembunuhan korban masih ditelusuri. Dugaan kuat memang karena perampokan. "Masih mengumpulkan bukti," katanya.

Sebelumnya, Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan menyebutkan, pembunuhan korban diduga terkait perampokan. Hal itu diperkuat dari sejumlah barang dan uang korban yang hilang. "Kasusnya masih kita selidiki. Pelaku kita kejar," kata Jansen. (Jr.)**

.

Tags:,