Masuk kawasan Puncak Bogor Wisatawan Dibalik-kanankan

Masuk kawasan Puncak Bogor Wisatawan Dibalik-kanankan

Sejumlah kendaraan yang akan berlibur di kawasan Puncak diputa-balik. (foto - ist)

Bandung  -  Menanggapi  banyaknya  wisatawan  yang  diputar-balik  di  kawasan  Puncak  Bogor  lantaran  kedapatan  tak membawa surat rapid test antigen, merupakan prosedur tetap yang berlaku di wilayah Jabar.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, syarat rapid test antigen bagi wisatawan untuk menekan penyebaran Covid-19. "Ini adalah prosedur yang tetap di Jabar memastikan yang bepergian lintas wilayah atau berlibur membuktikan mereka bebas Covid-19," kata Emil di Bandung, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, lewat kebijakan rapid test antigen diharapkan kasus Corona dapat ditekan. "Saya kira apakah nanti ada keringanan. Kalaupun terjadi, berdasarkan pengamatan dan pengalaman tidak akan seperti di bulan Agustus, terus yang libur panjang di bulan Oktober," katanya.

"Ini merupakan upaya pemerintah untuk terus memperbaiki prosedur, meski keberhasilan tangani Covid-19 merupakan dua arah. Yakni kepatuhan dari masyarakat dan ketegasan aparat yang bertugas di lapangan".

Menjelang weekend di awal tahun 2021 tepatnya pada tanggak 2 - 3 Januari, Emil mengimbau agar masyarakat tetap di rumah. Jika memaksakan ingin liburan, maka harus dibuktikan dengan surat bebas Covid-19.

"Memang ada kerepotan bagi mereka yang ngotot ingin berlibur di tempat yang sudah ditentukan. Makanya tadi contoh ada yang ingin berlibur tidak bawa surat rapid antigen, maka oleh Pak Kapolda dan tim dibalik-kanankan," tegas Emil.

Rencananya dalam menghadapi weekend tersebut, tim gabungan Pemprov Jabar akan melakukan pengecekan secara random razia ke hotel dan destinasi wisata, terkait kepatuhan pembatasan kapasitas.

"Kalau ada pelanggaran maka Pergub yang memuat tentang disiplin sanksi itu akan diterapkan. Dari teguran lisan hingga denda 50 juta, apakah punya potensi pidana kalau pelanggarannya berat," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,