Geger, 4.800 Kotak Es Krim di Cina Terkontaminasi Covid-19

Geger, 4.800 Kotak Es Krim di Cina Terkontaminasi Covid-19

Sebanyak 4.800 Kotak Es Krim di Cina Terkontaminasi Covid-19. (foto - News18)

Beijing  -  Sedikitnya  4.800  kotak  es  krim  dilaporkan  terkontaminasi  virus  Corona  (Covid-19)  di  utara  Cina.  Hal  itu diketahui setelah salah satu sampel yang diuji dinyatakan positif terkena virus Corona.

Dilansir The Sun, otoritas berwenang di Cina saat ini tengah melacak orang-orang yang kemungkinan telah melakukan kontak, atau mengkonsumsi es krim yang diproduksi oleh Tianjin Daqiaodao Food Company.

Otoritas anti-epidemi di Tianjin mengatakan, total ada 935 kotak es krim yang terpapar Covid-19, dari 2.747 kotak yang beredar di pasar, berada di kota dan hanya 65 yang dijual ke pasar. Saat ini, otoritas tersebut mengimbau warga yang mungkin telah membeli es krim itu, untuk melaporkan kesehatan dan pergerakan mereka.

Perusahaan tersebut kini telah menyegel dan menyimpan semua es krim produksi mereka. Hal itu dilakukan sejak mengetahui, sebanyak 4.836 kotak es krim dinyatakan positif terpapar virus mematikan itu.

Selain menarik produksi es krim dari pasaran, sebanyak 1.662 karyawan perusahaan itu juga telah menjalani karantina. Mereka mengikuti panduan dari Tianjin Center for Disease Control.

Investigasi awal mengungkap, perusahaan tersebut memproduksi sejumlah es krim dengan menggunakan bahan mentah. Termasuk susu bubuk yang diimpor dari Selandia Baru dan bubuk whey yang diimpor dari Ukraina.

Seorang ahli virus dari Universitas Leeds Dr. Stephen Griffin menyatakan, perkembangan itu tidak mungkin menjadi penyebab terhadap kepanikan.

"Saya pikir hal itu berasal dari seseorang dan tanpa mengetahui detailnya. Kita mungkin tidak perlu panik, setiap es krim tiba-tiba akan terkontaminasi virus Corona," sebut Griffin.

Beberapa hari yang lalu, Cina melaporkan kematian akibat Covid-19 untuk pertama kali sejak delapan bulan terakhir. Sementara itu, para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah tiba di Cina, untuk memulai penyelidikan tentang asal-usul pandemi.

Sebuah tim terdiri atas sepuluh ahli virologi dan ilmuwan lain dari WHO, akan menghabiskan sekitar satu bulan di Wuhan, tempat kasus Covid-19 pertama terdeteksi setahun lalu. WHO akan menyelidiki bagaimana virus mematikan itu bertahan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,