Viral, Ibu-ibu Tipu Pemilik Toko Bawa Kabur Emas Rp 300 Juta

Viral, Ibu-ibu Tipu Pemilik Toko Bawa Kabur Emas Rp 300 Juta

Perempuan saat bertransaksi terekam cctv. (foto - tangkap layar)

Depok - Seorang ibu-ibu diduga melakukan aksi penipuan di Sukmajaya Depok viral di media sosial. Pelaku berhasil membawa kabur logam mulia seberat 300 gram milik korban.

Berawal saat pemilik toko emas bernama Cory Rahmat Maharja (31) didatangi seorang perempuan yang membeli emas 50 gram, pada Senin 18 Januari. Dua hari berselang, tepatnya Rabu 20 Januari, pelaku menghubungi korban untuk bertransaksi kembali.

Kepada korban, pelaku pada saat itu meminta agar emas tersebut dibawa ke rukonya di Jalan Proklamasi No. 137 Kecamatan Sukmajaya Depok.

"Pelaku menghubungi korban untuk membeli logam mulia 300 gram agar diantar ke ruko yang beralamat di Jalan Proklamasi No.137 Kecamatan Sukmajaya," kata Kapolsek Sukmajya AKP Ibrahim Joao Sadjab, Kamis (21/1/2021).

Tanpa rasa curiga, korban ditemani adiknya datang ke alamat yang disebutkan oleh si pelaku. Di lokasi korban bertemu dengan pria yang mengaku sebagai suami dari pelaku perempuan, yang sebelumnya menghubungi korban.

Pria itu lalu meminta korban menunjukkan emas yang telah diminta. Setelah mendapatkan emas tersebut, pelaku kemudian membawanya keluar dari ruang tamu.

"Logam mulia itu dibawa keluar dari ruang tamu dengan alasan akan diperlihatkan ke istrinya," kata Ibrahim. Padahal, kedua pelaku melarikan diri setelah mendapatkan emas tersebut. Korban lalu melapor ke Polsek Sukmajaya.

Setelah keluar dari ruang tamu korban dikunci dari luar oleh pelaku. Korban berusaha mengejar pelaku dengan mendobrak pintu. Namun setelah pintu sudah berhasil didobrak paksa, pelaku sudah pergi dari lokasi.

Momen pelaku perempuan saat bertransaksi di toko perhiasan korban sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. "Kerugian yang diderita korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta," katanya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Pelaku pun masih dalam pengerjaan kepolisian. (Jr.)**

.

Tags:,