Bantuan bagi Korban Gempa di Majene-Mamuju terus Mengalir

Bantuan bagi Korban Gempa di Majene-Mamuju terus Mengalir

Korban gempa Majene berebut mendapatkan bantuan logistik. (foto - ant)

Mamuju - Sedikitnya enam helikopter disiagakan di Bandara Tampa Padang Mamuju untuk mengangkut sejumlah bantuan logistik bagi korban gempa Majene dan Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (23/1/2021) siang

Sebanyak 46 ton bantuan telah didistribusikan khususnya ke sejumlah titik lokasi pengungsian.
Paket berisi berbagai kebutuhan masyarakat tersebut, antara lain tenda, selimut, sembako, air mineral serta dan obat-obatan

Sejak posko bantuan dibuka, sedikitnya 200 ton logistik disiapkan untuk korban gempa Sulbar. Penyaluran logistik itu sendiri diutamakan ke wilayah terisolir, yakni Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene Sulbar.

Bantuan tersebut tidak hanya dari pemerintah, tapi jua sejumlah instansi turut memberikan bantuan yang diangkut oleh Kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) KN Singa Laut. Komandan Kapal Letkol Hermawan menyebutkan, bantuan yang dibawa itu berasal dari Manado Sulawesi Utara, merupakan bantuan dari berbagai pihak.

Antara lain 4 truk logistik dari Polda Sulawesi Utara, 1 truk Bakamla RI, 1 truk dari BPBD Sultra dan 1 truk dari Dinsos Provinsi Sulut dengan total 7 truk. Sebanyak 7 truk bantuan logistik didistribusikan, salah satunya 4 truk dari Polda Sulut.

Sebelumnya, beredar video viral berdurasi 30 detik yang menunjukkan aksi sejumlah warga mengambil paksa bantuan yang akan disalurkan untuk korban gempa di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju Sulbar.

Untuk itu, warga maupun instansi swasta yang akan menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa di Sulbar diimbau untuk melapor ke Polres terdekat. Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati pun menanggapi viralnya penjarahan di lokasi bencana.

Raditya mengimbau, semua pihak yang ingin membantu korban bencana alam agar memberikan bantuan melalui posko yang sudah tersedia. Ia berharap, gejolak sosial dalam situasi bencana alam itu dapat diminimalisasi.

"Koordinasi melalui posko tentu dapat dipastikan distribusi logistik pada kantong pengungsian warga dapat terdistribusi secara merata dan baik," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulbar Kombes Syamsu Ridwan, tak menampik adanya laporan tentang warga yang berdesakan untuk mendapat bantuan."Terkait video yang beredar kami masih melakukan penyelidikan. Diharapkan semua bantuan dikoordinasikan dengan posko, melalui kepolisian dan TNI, agar setiap bantuan dikawal," katanya.

Namun demikian lanjutnya, pihaknya belum bisa memastikan apakah hal itu berkaitan dengan aksi kriminalitas penjarahan atau karena proses distribusinya yang bermasalah hingga membuat warga saling berebut.

"Kalau dari video itu, warga terlihat mau dapat bantuan tapi tidak melalui posko. Jadi, bagi masyarakat yang mau memberikan bantuan jangan sendiri-sendiri," tegasnya. Seperti diketahui, bantuan terus mengalir ke sejumlah lokasi pengungsian di Majene dan Mamuju.

Ratusan mobil berbondong-bondong membawa bantuan berupa sembako, selimut, perlengkapan bayi, dan lainnya kepada para korban gempa. Dalam video yang viral itu warga terdampak gempa diduga menghadang mobil yang membawa logistik bantuan di Jalan Poros Majene-Mamuju. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,