Geger seorang Nelayan Hilang di Pantai Timur Pangandaran

Geger seorang Nelayan Hilang di Pantai Timur Pangandaran

Nelayan hilang di Pantai Timur Pangandaran Jabar. (foto - ist)

Pangandaran  -  Seorang  nelayan  hilang di perairan  sekitar  Pantai  Timur  Pangandaran,  Senin  1  Maret  2021.  Nelayan itu diketahui bernama Dede Suratman (25), warga Dusun Ciokong Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan informasi, kejadian itu berawal saat Senin pagi, Dede melakukan aktivitas di sekitar pantai timur Pangandaran. Ia berusaha menangkap benih lobster meski penangkapan benih lobster tersebut sudah dilarang.

Ketika itu perahu yang ia tumpangi melempar jangkar di dekat Teluk Pananjung, sedangkan dia menangkap benih lobster dengan menggunakan ban pelampung. Nelayan lainnya, Joni Muhroni mengaku sempat melihat korban berenang dengan ban melintasi perahu yang ditumpanginya.

"Perahu saya dan perahu korban posisinya memang berdekatan, yakni sekitar 150 meter. Saya melihat korban berenang menuju perahunya yang sedang lego jangkar," katanya.

Namun selang beberapa menit, nelayan lainnya Agus yang juga berdekatan berteriak memanggil Joni. Ia berteriak korban menghilang. "Saya kaget, karena baru saja saya melihat korban melintas. Akhirnya saya dan Agus coba mencari korban, karena di perahu tidak ada ban pelampung," katanya.

Selain mencari keberadaan korban, keduanya menghubungi rekannya yang masih berada di darat untuk melapor ke polisi. Akhirnya tim gabungan terdiri atas Satpolair Pangandaran, Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran, Basarnas dan SAR Baraccuda nelayan Pangandaran datang untuk melakukan pencarian.

Hingga Senin petang hari, pencarian terhadap Dede Suratman masih dilakukan. Selain menyisir dari permukaan air, tim juga melakukan penyelaman di sejumlah titik tertentu.

Sementara itu sejumlah nelayan rekan korban mengatakan, korban Dede memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan. "Dulu juga pernah waktu melaut penyakit ayannya kambuh, tapi diketahui oleh temannya hingga bisa tertolong," tegas Joni.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Satuan Polisi Perairan Pangandaran AKP Sugianto. "Informasinya korban memiliki penyakit epilepsi. Namun itu baru sebatas informasi dari teman dan keluarga korban, belum dapat kami pastikan," katanya.

"Kami fokus pada upaya pencarian," kata Sugianto. Ia mengaku, tak sependapat jika korban dikatakan sedang menangkap benih atau benur lobster. "Itu sedang menangkap udang karang, sepertinya bukan sedang menangkap benur lobster," tegas Sugianto.

Diketahui, untuk menangkap benur lobster pada umumnya dilakukan nelayan pada malam hari, lantaran memang dianggap lebih mudah. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,