Klaster Pengungsian Banjir di Karawang 400 Positif Corona

Klaster Pengungsian Banjir di Karawang 400 Positif Corona

Salah satu lokasi penampungan pengungsi banjir di Karawang. (foto - ilustrasi)

Bandung - Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karawang dipicu munculnya klaster pengungsi banjir. Pengungsi yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai sekitar 400 orang.

Berdasarkan informasi dari laman Covid-19 Kabupaten Karawang, Jumat 5 Maret 2021 kasus konfirmasi mengalami penambahan 398 kasus dengan total kasus terkonfirmasi 13.301 kasus, dan perawatan meningkat 159 kasus dengan total 803 kasus.

Meski demikian, pasien selesai isolasi bertambah 215 sehingga total sebanyak 12.103 orang. Sedangkan pasien meninggal dunia mengalami penambahan 24 orang sehingga total 395 orang meninggal dunia.

Menurut Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad, pencegahan sebaran Covid-19 ketika terjadinya bencana banjir di tempat pengungsian oleh pemerintah setempat sudah dilakukan dengan baik.

"Pada saat bencana banjir memang pengungsian di masa pandemi harus menjadi perhatian bersama, dan saya yakin ini sudah dilakukan dengan baik," katanya, Jumat (5/3/2021). Banjir dapat mempengaruhi kondisi psikologis warga dan akhirnya menurunkan imunitas.

"Karena kondisi banjir secara psikologis berpengaruh terhadap imunitas (menurun), sehingga mengakibatkan banyak warga yang terkonfirmasi positif Covid-19," katanya.

Pihaknya terus berupaya melakukan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 dengan cara testing. Daud menyarankan, kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang agar melakukan trasing kontak erat, dan memberi fasilitas isolasi bagi pasien.

"Sejauh ini sudah baik dengan melakukan testing kepada para pengungsi. Selanjutnya, juga harus dilakukan tracing kontak erat dan juga isolasi bagi yang terkonfirmasi positif," katanya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Karawang Acep Jamhuri menyatakan, penambahan warga yang terkonfirmasi positif diambil dari hasil rapid tes korban banjir dan pengungsian.

"Dari data yang terkumpul, peningkatan yang terkonfirmasi positif terus terjadi. Peningkatan tersebut dari hasil rapid tes korban banjir dan para pengungsian," katanya.

Ia menambahkan, kasus positif kebanyakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan menyebar di berbagai lokasi banjir yang ada di Karawang. "Yang positif itu OTG, dan menyebar di berbagai lokasi banjir yang ada". (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,