Pengoperasian Bandara Baru Terbentur Minimnya Orang

Pengoperasian Bandara Baru Terbentur Minimnya Orang

salah satu bandara yang belum siap, Bandara Murung Raya

Jakarta  - Pengoperasian sejumlah bandara baru terbentur minimnya personel dari Kementerian Perhubungan yang akan bertanggung jawab terhadap bandara tersebut, kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Bambang Tjahjono.

Bambang di sela-sela konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (10/12/2014) mengatakan jumlah personel di Kemenhub sangat terbatas. 

"Apalagi saat ini ada moratorium penerimaan pegawai negeri sipil," katanya. 

Berdasarkan data Kemenhub, saat ini bandara baru yang dibangun tersebar di 19 lokasi, di antaranya di Murung Raya, Siau, Miangas, Morowali, Tojo Una-Una, Butu Kunik, Pantar, Aboy, Teraplu, Elelim, Koroway Batu, Manggelum, Timika, Sinak, Enggano, Tambelan, Anambas, Segun, dan Werur. 

Sementara itu, anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan sejumlah bandara tersebut sebesar Rp993,7 miliar. 

"Dari jumlah itu, tujuh bandara yang akan dioperasikan tahun 2015," katanya.

Menurut Bambang, untuk mengoperasikan bandara harus dilakukan sertifikasi dan verifikasi terlebih dahulu, sementara pengajuan sertifikasi itu harus dilakukan oleh kepala bandara. 

"Saat ini belum ada ketersediaan kepala bandara. Kemungkinan untuk mempercepat keberadaannya akan diisi dari bandara terdekat. Atau, bisa juga pemerintah daerah mengirim personel untuk kami didik," katanya.

Salah satu bandara yang didesak untuk diresmikan, yakni Bandara Tanjung Api Ampana di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah yang saat ini pembangunannya sudah mencapai 90 persen. 

Bupati Kabupaten Tojo Una Una Damsik Ladjalani mengatakan bandara tersebut seharusnya sudah selesai pada tahun ini, namun ternyata bandara tersebut belum siap.

Dia menekankan keberadaan bandara ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Tojo Una-Una karena menjadi akses yang paling mudah dan cepat untuk menuju kabupaten itu. 

Di Kabupaten Tojo Una-Una terdapat Kepulauan Togean yang menjadi pusat destinasi wisata bahari di Teluk Tomini.

"Selama ini wisatawan yang ingin melakukan wisata bahari di Kepulauan Togean, kawasan pariwisata kami, harus melalui perjalanan darat yang sangat lama. Jika naik mobil dari Palu membutuhkan waktu 10 jam, kalau dari Luwuk butuh enam jam, lalu dari Gorontalo dengan feri mencapai delapan jam," katanya.

Dia menambahkan keberadaan bandara ini akan sangat penting, apalagi Agustus 2015 akan diselenggarakan Sail Tomini yang akan berpusat di Tomini dan Kepulauan Togean.(Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:ekonomi,