Jaksa Italia Sita Vaksin AstraZeneca Pasca-Kasus Kematian

Jaksa Italia Sita Vaksin AstraZeneca Pasca-Kasus Kematian

Italia suspen penggunaan vaksin AstraZeneca setelah kematian seorang guru musik. (foto - Associated Press)

Piedmont  -  Jaksa  penuntut  di  wilayah  utara  Italia,  Piedmont  menyatakan  sudah  menyita  sebanyak  393.600  dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah kematian seorang pria beberapa jam setelah menerima suntikan, pada Senin 15 Maret 2021.

Dilansir Al Jazeera, Senin (15/3/2021) langkah tersebut merupakan pukulan lain bagi citra vaksin AstraZeneca khususnya di Italia, dan selanjutnya akan menghambat kampanye antivirus Corona pemerintah.

Diketahui, pemerintah daerah Piedmont menangguhkan penggunaan vaksin itu setelah Sandro Tognatti, seorang guru musik berusia 57 tahun jatuh sakit dan meninggal dalam keadaan yang belum dijelaskan, Minggu 14 Maret.

Tognatti melakukan pemotretan pada Sabtu sore, demikian disampaikan istrinya kepada surat kabar Italia. Ia mengeluhkan suhu tubuh yang tinggi pada malam hari dan merasa sakit pada Minggu pagi. Sebuah ambulans dipanggil, tetapi pria itu meninggal tak lama kemudian.

"Oleh karena itu penting untuk memastikan, pemberian obat secara terus-menerus di seluruh negeri tidak menyebabkan konsekuensi lebih lanjut (berbahaya atau fatal) sampai kami benar-benar yakin, kematian (Tognatti) tidak dapat dikaitkan dengan inokulasi yang disebutkan," kata jaksa Teresa Angela Camelio.

Para hakim di Sisilia juga memerintahkan penyitaan vaksin AstraZeneca pada pekan lalu, menyusul kematian mendadak dua pria yang baru-baru ini diinokulasi. Pemerintah Italia menyatakan, tidak ada bukti hubungan antara kematian dan suntikan dan telah mengizinkan vaksin AstraZeneca untuk terus diberikan.

Sebaliknya, Irlandia, Denmark, Norwegia dan Islandia semuanya telah menangguhkan penggunaan vaksin, setelah masalah pembekuan darah. Beberapa di antaranya berakibat fatal, pada orang-orang yang telah menggunakannya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,