Pria Bersimbah Darah Terkapar di Jalanan, Pelaku Ditangkap

Pria Bersimbah Darah Terkapar di Jalanan, Pelaku Ditangkap

Evakuasi korban yang tewas terkapar di Jalan Gunung Rinjani Banjar Sanga Agung kawasan Pasar Monang Maning Denpasar. (foto - ist)

Denpasar  -  Pelaku  penebasan  yang  menewaskan  korban  Gede  Budiarsana  mayatnya  tergeletak  di  Jalanan  Gunung Rinjani Banjar Sanga Agung kawasan Pasar Monang Maning Denpasar Barat akahirnya ditangkap.

Diketahui, pelaku adalah Wayan S. Pria yang sempat dikabarkan anggota ormas tersebut akhirnya ditangkap tim Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar. Sedangkan korban bernama Gede Budiarsana, asal Kubutambahan Buleleng.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, pada Jumat 23 Juli malam membenarkan. “Pelaku sudah kami tangkap, dan saat ini sudah ada di kantor menjalani pemeriksaan," kata Kompol Mikael Hutabarat.

Selain menangkap satu pelaku kata Kompol Mikael, polisi juga mengaku telah memanggil dan meminta keterangan sejumlah saksi. “Saat ini banyak saksi yang masih kami periksa," katanya.

Disebutkan, jumlah saksi yang kami periksa masih banyak. Namun yang kami amankan baru pelaku utamanya, yakni satu orang. Dia (pelaku) orang Bali dan bukan orang Ambon.

Sebelumnya, beredar rekaman video seorang pria bersimbah darah di jalanan terkapar beredar di media sosial. Pembunuhan tersebut terjadi di kawasan Pasar Monang-Maning Denpasar Bali.

Pembacokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. "Telah terjadi peristiwa pembunuhan di barat Pasar Monang-Maning. Korban pria dibacok di tengah jalan oleh pelaku," demikian keterangan dari akun Instagram.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Jansen A Panjaitan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut. Polisi sudah menangkap satu orang terduga pelaku, sedangkan motifnya masih didalami.

"Sedang kita dalami, satu pelaku sudah kita amankan. Diduga pelaku ada tiga orang dan sedang kita kejar," kata Jansen. Menurutnya, masih ada satu korban lain dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

Namun, saat ini korban masih dalam perawatan. "Kita doakan satu korban lagi selamat, masih dalam perawatan," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,