Polda Jabar Tangkap Produsen Obat Ilegal di Cimahi Utara

Polda Jabar Tangkap Produsen Obat Ilegal di Cimahi Utara

Ditnarkoba Polda Jabar ungkap penangkapan produsen obat ilegal industri rumahan di Cimahi Utara. (foto - ist)

Bandung - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Jabar berhasil menangkap produsen obat ilegal industri rumahan di wilayah Cimahi Utara Kota Cimahi.

Berdasarkan keterangan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Erdi Adrimulan Chaniago, tersangka berinisial YH Alias A, merupakan residivis yang pernah dihukum dengan kasus yang sama pada 2014.

"Tersangka yang sudah diamankan berjumlah satu orang, berinisial YH. YH ini merupakan pemilik home industry," kata Erdi di Bandung, Rabu 28 Juli 2021. Tersangka, pernah divonis dengan masalah yang sama dengan hukuman hanya delapan bulan penjara.

Dalam kasus itu, polisi menyita barang bukti berupa bahan baku, jutaan butir obat siap edar dan mesin produksi dari tersangka YH. "Kami sita 25 ribu obat merek profertil, 42 butir Nizoral dan 2,8 juta butir obat berlogo LL serta mesin pencetak obat dan bahan baku obat-obatan ilegal," tegas Erdi.

Dalam menjalankan praktiknya, tersangka YH dibantu dua rekannya yaitu A dan M. A bertugas menjual obat hasil produksi ke para agen dan konsumen, sedangkan M merupakan pemasok bahan baku pembuatan obat ilegal. Akibat perbuatannya, A dan M masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diimbau untuk segera menyerahkan diri.

Erdi mengimbau, masyarakat untuk bijak dalam melakukan pembelian obat. Masyarakat diminta untuk membeli obat di toko resmi untuk menghindari obat palsu. "Tolong berhati-hati dalam mencari obat, belilah di agen resmi, jangan tergiur dengan harga murah," katanya.

Tersangka dijerat Undang-undang RI Nomor 36/2009 tentang kesehatan meliputi Pasal 196, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Juga Pasal 197, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. (Jr.)**

.

Tags:,