Hujan Meteor Perseid Guyur Langit Mulai Kamis Dinihari Ini

Hujan Meteor Perseid Guyur Langit Mulai Kamis Dinihari Ini

Fenomena puncak hujan meteor Perseid. (foto - nationalpark.org)

Jakarta  -  Jangan  lewatkan  kesempatan  untuk  bisa  mengamati  fenomena  puncak  hujan  meteor  Perseid  mengguyur langit Indonesia, mulai malam atau Kamis 12 Agustus 2021 dinihari. Dinamai hujan meteor Perseid berdasarkan titik radian atau titik asal munculnya hujan meteor, yang berda di konstelasi atau rasi Perseus.

Astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo menyatakan, sesungguhnya hujan meteor itu berasal dari sisa-sisa debu atau remah-remah komet 109P/Swift-Tuttle. "Komet 109/P/Swift-Tuttle, sebuah komet berperiode panjang 133 tahun," ungkap Marufin.

Berdasarkan keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), hujan meteor Perseid tersebut sudah aktif sejak 17 Juli 2021 lalu, dan akan terus aktif hingga 24 Agustus 2021 mendatang.

Namun demikian, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan Andi Pangerang mengatakan, hujan meteor Perseid itu sendiri akan mencapai puncaknya, yang terjadi mulai pada malam ini dan besok, 12-13 Agustus 2021.

"Hujan meteor dapat disaksikan dari arah Utara ke Barat Laut hingga Utara mulai tengah malam waktu setempat, hingga 20 menit sebelum Matahari terbit," kata Andi.

Dengan begitu, hujan meteor itu tidak terganggu oleh bulan fase sabit awal berumur 4 hari dikarenakan sudah terbenam sebelum tengah malam. Meteor Perseid memasuki atmosfer Bumi pada kecepatan 58 km per detik, dan terkenal sering memproduksi meteor terang (fireball).

"Hujan meteor tersebut dapat disaksikan mulai pukul 02.00 dinihari hingga jelang waktu Subuh," tambah Marufin. Mengenai berapa jumlah hujan meteor yang akan jatuh di langit terdapat selisih antara Marufin dan Lapan.

Menurut Lapan, intensitas maksimum hujan meteor untuk di Indonesia mencapai 60 - 90 meteor per jam, dengan kecepatan mencapai 212.400 km/jam. Sedangkan menurut Marufin, justru hujan meteor Perseid maksimum akan mencapai 100 meteor per jam.

"Hujan meteor Perseids pada 2021 diperkirakan akan memiliki intensitas sekitar 100 meteor per jam sekaligus mudah diamati, karena langit tidak terlalu terang (fase Bulan hanya 15 persen)," katanya. **

.

Categories:Infotech,
Tags:,