Awan 'Topi' Muncul di Puncak Gunung Lawu, Ini Kata BMKG

Awan 'Topi' Muncul di Puncak Gunung Lawu, Ini Kata BMKG

Kemunculan awan bertopi di puncak Gunung Lawu Magetan Jatim. (foto - ist)

Magetan  -  Fenomena alam  awan  bertopi  (awan  topi)  tiba-tiba  muncul  di puncak  Gunung  Lawu  Kabupaten Magetan Jatim, dalam kurun dua hari berturut-turut.

Kemunculan awan membentuk topi di puncak Gunung Lawu tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Warga yang melihat pun langsung mengabadikan momen keindahan itu dengan berfoto.

Warga banyak yang melihat Gunung Lawu berkabut awan menyerupai topi sekitar pukul 06.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB hingga fenomena alam itu pun viral di media sosial. Setelah itu awan itu pun kemudian menghilang.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sawahan Nganjuk M Chudori, membenarkan kemunculan fenomena awan bertopi itu. "Benar ada info fenomena alam Gunung Lawu diselimuti awan menyerupai topi," katanya.

Ia menyebutkan, awan bertopi itu muncul sejak Kamis 12 Agustus dan hari ini. "Ya dua hari ini muncul awan berbentuk topi di puncak Gunung Lawu," kata Chudori, Jumat 13 Agustus 2021.

Berdasarkan pengamatan BMKG, secara umum awan itu tak berbahaya. Namun membahayakan bagi dunia penerbangan, terlebih jika penerbangannya rendah.

"Secara umum memang tidak berbahaya, tapi bagi dunia penerbangan cukup berbahaya, karena pesawat akan mengalami turbulensi atau guncangan," kata Chudori. Awan itu dinamakan awan lenticuralis atau awan 'topi', yang biasanya muncul di dataran tinggi atau wilayah pegunungan.

Terjadinya awan lenticularis katanya, karena adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas (di atas permukaan) yang cukup kuat. "Gelombang angin itu muncul dari suatu sisi gunung dan membentur dinding pegunungan, sehingga menimbulkan turbulensi di sisi gunung lainnya," katanya.

Selain itu, awan bertopi terjadi adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas yang cukup kuat dari suatu sisi gunung.

"Itu terjadi akibat adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas yang cukup kuat dari suatu sisi gunung dan membentur dinding pegunungan, sehingga menimbulkan turbulensi di sisi gunung lainnya. Akhirnya membentuk awan bertingkat yang berputar seperti lensa," katanya. **

.

Categories:Unik,
Tags:,