Terkuak, Alasan Ribuan Wanita di Ngamprah Pilih Menjanda

Terkuak, Alasan Ribuan Wanita di Ngamprah Pilih Menjanda

Suasana di Pengadilan Agama Ngamprah Bandung Barat. (foto - Youtube)

Bandung  -  Sedikitnya  2.115  pasangan  suami - istri  di  wilayah  Kabupaten  Bandung  Barat  memilih  untuk  mengakhiri ikatan pernikahan merka.

Pengadilan Agama Ngamprah Kabupaten Bandung Barat mencatat, sepanjang 2021 sedikitnya ada 1.675 wanita yang mengajukan cerai gugat. Sedangkan laki-laki yang mengajukan cerai talak sekitar 480 orang.

"Kebanyakan perempuan. Cerai gugat istri yang mengajukan ada 1.675 kasus. Cerai talak, suami yang mengajukan ada 480 kasus," kata Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngamprah Ahmad Saprudin dikutip dari suarajabar, Senin 23 Agustus 2021.

Dari pasangan yang mengajukan perceraian kata Ahmad, sekitar 80 persen perkara di antaranya sudah diputus dalam persidangan. Kedua belah pihak sudah menerima perceraian dan tidak ada upaya banding dari pihak tergugat.

"Sekitar 80 persen sudah putus perkaranya," tegas Ahmad. Ia menjelaskan, penyebab perceraian pasangan suami istri di Bandung Barat rata-rata karena faktor ekonomi. Misalnya, ada seorang suami yang tak mampu menafkahi istrinya.

Di satu sisi istri memiliki penghasilan yang mencukupi sehingga terjadi perceraian. "Kebanyakan faktor ekonomi. Contohnya, istri punya pekerjaan suami gak punya," katanya.

Ia menyatakn, rata-rata proses perceraian hingga keluar akte mencapai sekitar dua bulan. Sebab ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pendaftaran, mediasi, persidangan hingga putusan. Lalu jarak juga jadi pertimbangan mengingat wilayah Bandung Barat cukup luas. **

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,