Kisah Kelam Charlie Watts di Balik Gemerlap Rolling Stones

Kisah Kelam Charlie Watts di Balik Gemerlap Rolling Stones

Mengenang telah berpulangnya Charlie Watts di usia 80 tahun. (foto - @officialKeef)

London  -  Drummer  Charlie  Watts  telah  berpulang  pada  Rabu  25  Agustus  2021  dalam  usianya  yang  ke-80 tahun. Sosoknya pun dinobatkan telah banyak memberikan fondasi yang kokoh dalam menopang musik band rock n’ roll selegendaris The Rolling Stones.

Pria bernama lengkap Charles Robert Watts tersebut lahir pada 2 Juni 1941 di University College Hospital London. Ia dibesarkan di Kingsbury, dan sekarang bagian dari London Borough of Brent.

Sebagaimana dilaporkan BBC, ayahnya adalah seorang sopir truk dan Charlie Watts dibesarkan di sebuah rumah pra-fabrikasi, yang keluarganya telah pindah setelah bom Jerman menghancurkan ratusan rumah di daerah tersebut.

Seorang teman masa kecil pernah menggambarkan, bagaimana Watts memiliki minat awal dalam bermusik jazz. Ia mendengarkan 78s di kamar tidur Charlie oleh artis, seperti Jelly Roll Morton dan Charlie Parker.

Watts sendiri mulai bermain drum di klub dan pub lokal. Pada tahun 1961 didengar oleh Alexis Korner, yang menawarinya pekerjaan di bandnya Blues Incorporated, sebuah industri pakaian yang menjadi bagian penting dari perkembangan musik rock Inggris.

Ia pun bermain dengan band Blues Incorporated tersebut. Gitarisnya saat itu Brian Jones, yang memperkenalkan Watts yang masih muda ke Rolling Stones, yang drummer aslinya pada saat itu Tony Chapman telah keluar.

Brian Jones, Charlie Watts dan Mick Jagger, New York 11 November 1965. (foto - AP)

 

Hasil pertemuan itu menurut Watts, adalah "empat dekade melihat pantat Mick berlarian di depan saya". Keterampilan dan pengalaman Watts sangat berharga.

Bersama dengan Bill Wyman, ia memberikan tandingan pada gitar Keith Richards dan Brian Jones serta penampilan anggun Mick Jagger.

Gaya hidupnya saat populer sangat kontras dengan personel band lainnya. Ia terkenal menolak pesona gerombolan groupies yang mengganggu band di semua tur mereka. Ia tetap setia kepada istrinya Shirley, yang dia nikahi pada tahun 1964.

Namun pada pertengahan 1980-an selama krisis paruh baya, Watts keluar dari rel dengan minuman dan obat-obatan. Hal itu pun menyebabkan Watts kecanduan heroin. Pada saat yang sama, istrinya sedang berjuang melawan kecanduan alkohol.

Alhasil putrinya Seraphina telah menjadi semacam "anak liar", dikeluarkan dari sekolah umum Millfield yang bergengsi karena merokok ganja.

Di antara tur regulernya di Stones, Watts memanjakan kecintaannya pada musik jazz. Meski ia selalu menikmati bermain drum dengan band rock dan menyukai pekerjaannya dengan Stones, jazz memberinya seperti "lebih banyak kebebasan untuk bergerak".

Pada Agustus 2021, Charlie Watts harus menjalani prosedur medis dan tidak dilibatkan mengikuti sisa tur 'No Filter'. Rekan lama Stones, Steve Jordan akan mengisi posisi Charlie sebagai drummer dalam sisa tur tersebut.

Watts meninggal pada 24 Agustus 2021 waktu setempat, tanpa adanya keterangan spesifik yang diberikan tentang penyebab kematiannya. **

.

Categories:Musik,
Tags:,