PKL Garut Ikuti latihan bisnis digital pacu gerakkan ekonomi

PKL Garut Ikuti latihan bisnis digital pacu gerakkan ekonomi

Sejumlah PKL ikuti pelatihan pemanfaatan pasar daring di Kabupaten Garut. (foto - ant)

Garut  -  Anggota  TNI  serta  kalangan  akademisi  di Kabupaten Garut  menggelar  pelatihan  bisnis  digital  bagi  sejumlah PKL (pedagang kaki lima). Pelatihan dilakukan untuk membangkitkan dan memacu gerakan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Menurut Komandan Komando Distrik Militer 0611 Garut Letkol CZi Deni Iskandar, pihaknya menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) dalam pelatihan bisnis digital tersebut.

"Ada puluhan PKL yang ikut pelatihan ini. Kami ingin memberikan solusi, bukan hanya membubarkan kegiatan mereka yang bisa mengundang kerumunan. Ini menjadi program bakti kemandirian masyarakat," kata Deni, Jumat 27 Agustus 2021.

Deni mengungkapkan, PKL yang mendapat pelatihan merupakan pedagang yang menjual rujak, pakaian, aksesoris, dan lainnya. Dalam pelatihan, para PKL mendapatkan teori dan praktik cara menjual produk melalui telepon pintar.

Setelah pelatihan ini, proses mentoring akan berlangsung secara berkesinambungan oleh para akademisi dari STIA LAN. "Jadi para PKL ini akan dimentori saat selesai, dan langsung mengaplikasikan melakukan bisnis digital di sejumlah platform yang ada saat ini," ungkapnya.

Ia berharap, setelah para PKL mendapatkan materi dan mentoring, mereka bisa meningkatkan penghasilannya. Saat penghasilan para PKL meningkat, persoalan di jalanan bisa sedikit banyak diatasi.

"Minimal kegiatan mereka tidak menimbulkan kerumunan karena fokus jualan online. Kalau sudah begitu, kita ke depannya mengupayakan agar Garut bisa turun level lagi ke level 1 (PPKM)," tegas Deni.

Sementara itu, Guru Besar STIA LAN Endang Wirjatmi Trilestari yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, ada tiga materi utama yang disampaikan kepada PKL pada pelatihan itu. Tiga materi itu adalah mulai dari ide bisnis, marketplace, sampai online branding.

"Para PKL tersebut kita berikan wawasan tiga hal itu, nantinya menggunakan telepon pintar milik para PKL, mereka bisa memasarkan produk-produknya, baik melalui aplikasi atau secara langsung," katanya.

Endang mengatakan, para PKL harus menjalankan bisnis digital untuk bisa lebih meningkatkan penghasilan. Apalagi saat ini bisnis digital di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu.

Momentum pandemi menurutnya, menjadi salah satu waktu untuk memaksimalkan bisnis digital, karena banyaknya masyarakat yang lebih tinggal di rumah. "Saya saja selama pandemi belanja kebutuhan sehari-hari secara online. Saya pikir hal serupa juga banyak dilakukan oleh yang lainnya," katanya.**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,