328 Sekolah di Bandung laksanakan PTM Terbatas 50 Persen

328 Sekolah di Bandung laksanakan PTM Terbatas 50 Persen

Mulai dari PAUD hingga SMA di Kota Bandung kembali menerima siswa di sekolah. (foto - ist)

Bandung  -  Sebanyak  328  sekolah mulai dari  PAUD  hingga  SMA  kembali  menerima  siswa di  sekolah guna  menggelar Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung, yang dimulai hari Rabu 8 September 2021.

PTM digelar secara terbatas, yakni hanya 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Selain itu pihak sekolah wajib menyediakan sarana prasarana yang mendukung protokol kesehatan ketat.

Sebelumnya, ada 330 sekolah yang dinyatakan lolos verifikasi untuk menggelar PTM. Namun, dua sekolah menyatakan tidak jadi menggelar PTM karena alasan proses pembangunan sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra menyatakan, sebanyak 328 sekolah yang menggelar PTM yakni sekolah yang sebelumnya telah melakukan uji coba dan lolos verifikasi oleh Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

"Lolos karena sudah isi daftar periksa oleh sistem lalu dilakukan verifikasi oleh satgas Covid tingkat kecamatan, jadi yang lolos uji coba betul-betul sekolah yang sudah dinyatakan siap," kata Cucu, Rabu 8 September 2021.

Rinciannya, jumlah satuan pendidikan tingkat PAUD dan TK yang menggelar PTM sebanyak 65 sekolah, lalu SD ada 99 sekolah, SMP ada 42 sekolah, SMA ada 46 sekolah, SMK ada 20 sekolah serta 58 sekolah di bawah kewenangan Kementerian Agama seperti MTs dan MA.

Sebanyak 300-an sekolah yang melaukan PTM hari ini tentunya mengikuti aturan maksimal siswa 50 persen per kelas, kecuali untuk tingkat PAUD dan TK maksimal 6 siswa per kelas. Sementara di luar 328 sekolah, masih ada 1.993 sekolah lainnya yang sudah menyatakan siap tapi belum dilaksanakan verifikasi oleh Satgas Covid.

Mereka nantinya akan menjalani uji coba PTM terbatas terlebih dahulu, dengan kuota maksimal 25 persen siswa. "Ada yang sudah menyatakan siap lewat aplikasi tapi belum dilaksanakan verifikasi jumlahnya 1.993 sekolah. Sekolah yang belum lolos dimulai 25 persen," tegasnya.

Cucu Saputra menjelaskan, sejumlah catatan penting yang perlu diketahui orangtua siswa terkait pelaksanaan PTM terbatas di Kota Bandung, antara lain.

1. Sekolah hanya 2 jam
PTM hanya berlangsung selama dua jam dengan dua mata pelajaran, serta tidak ada jam istirahat. Jumlah mata pelajaran dalam sehari hanya dua, durasi waktu setiap mata pelajaran 60 menit, dan tidak ada waktu istirahat di luar kelas.

2. Guru yang mengajar sudah divaksin dua kali. Para guru yang diperbolehkan untuk mengajar di kelas adalah mereka yang telah menjalani vaksinasi dua kali dosis dan dalam kondisi sehat.

3. Kuota maksimal siswa 50 persen per kelas. Jumlah siswa maksimal yang mengikuti PTM di setiap kelas adalah 50 persen. Apabila jumlah siswa yang diizinkan orangtuanya melebihi 50 persen, maka sekolah harus membagi rombongan belajar dengan sistem shift.

4. Jam pulang tidak bersamaan. Waktu masuk dan selesai belajar dari setiap siswa di tiap tingkatan tidak akan sama, sehingga ketika mereka pulang tidak dalam waktu bersamaan untuk menghindari kerumunan.

5. Kantin tutup. Kantin untuk sementara ini belum diperbolehkan untuk buka dan siswa dianjurkan membawa bekal masing-masing.

6. Tidak ada olahraga. Pemkot Bandung meniadakan sementara mata pelajaran yang menimbulkan kontak fisik seperti olahraga.

7. Sekolah wajib membentuk Satgas Covid-19. Setiap sekolah wajib membentuk Satgas Covid-19 dan harus memiliki program kerja terkait PTM terbatas, serta harus punya sarana dan prasaran yang menunjang protokol kesehatan. **

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,