4 orang Tewas tabrakan beruntun di Sigar Bencah Semarang

4 orang Tewas tabrakan beruntun di Sigar Bencah Semarang

Truk pengangkut air ringsek setelah hantam sejumlah kendaraan di Jalan Imam Suparto Tembalang, Kota Semarang, Kamis 9 September 2021. (foto - ist)

Semarang  -  Sedikitnya  empat orang  tewas dalam  kecelakaan  beruntun  yang  terjadi  di  Jalan  Imam  Suparto  tanjakan Sigar Bencah Kecamatan Tembalang Kota Semarang Jateng, Kamis 9 September 2021 sekitar pukul 10.30 WIB.

Truk pengangkut air bernopol H 1983 AY itu hilang kendali hingga menghantam tujuh kendaraan. Truk menabrak kendaraan baik yang searah maupun yang berlawanan. Sedikitnya ada tiga mobil dari arah searah truk yang ditabrak, dan dari arah berlawanan ada empat sepeda motor yang ditabrak.

"Kita telah mengamankan sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut," kata Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit kepada wartawan di lokasi kejadian Kecamatan Tembalang Semarang, Kamis 9 September 2021.

Sopir bernama Agus Sutanto (51) warga Pekalongan itu digelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Diduga, ia kehilangan kendali saat melaju dari Tembalang atas dan menurun menuju Meteseh. "Masih dilakukan penyelidikan, dari keterangan saksi dan sopir truk," katanya.

Sigit menjelaskan, kronologi kecelakaan itu terjadi berdasarkan kesaksian saksi mata, korban dan juga sopir truk. Kecelakaan berawal saat truk tangki air dengan nomor polisi H 1983 AY yang dikemudikan Agus hilang kendali, lalu menghantam mobil Brio bernopol H 9157 FW yang melaju searah dengan truk.

Truk tersebut berbelok ke kanan menghantam sepeda motor Nmax bernopol H 5748 BBG. Truk pun kembali ke lajur kiri dan menabrak mobil pikap GranMax nopol K 8933 NY, sekaligus menghantam motor Vario nopol K 2955 GY dari arah berlawanan.

Bahkan, truk itu juga menabrak dua kendaraan lainnya yakni mobil Avanza nopol H 8973 QY dan motor Nmax bernopol H 3789 BNF. Truk tangki tersebut akhirnya berhenti setelah terguling.

Akibat peristiwa itu empat orang tewas. Tiga orang di antaranya satu keluarga yakni Nurul Huda (36) dan istrinya Erna Puji Rahayu (32), serta Alif Kendra Tama (3 bulan) yang mengendarai motor Vario bernopol K 2955 GY. Ketiganya merupakan warga Desa Wado Kabupaten Blora.

Sementara seorang korban lainnya yang tewas yakni pengendara motor Nmax dengan nomor polisi H 5748 BBG bernama Soni Arifianto (41), warga Meteseh Kota Semarang.

Polisi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan di lokasi. Semetara arus lalu lintas baik dari Tembalang atas maupun bawah untuk sementara ditutup. Korban luka kemudian dibawa ke Puskesmas Rowosari. **

.

Categories:Daerah,
Tags:,