Penjual Es Kelapa Nyambi Jual Obat Terlarang di Tasikmalaya

Penjual Es Kelapa Nyambi Jual Obat Terlarang di Tasikmalaya

Pengungkapan pedagang es kelapa muda yang nyambi edekan narkoba. (foto - ist)

Tasikmalaya - Seorang penjual es kelapa muda di kawasan Mangkubumi diamankan Satnarkoba Polres Tasikmalaya, Minggu 19 September. Pria itu diamankan lantaran nekat edarkan obat terlarang.

Sandi Muhammad Anshor alias bemo (24) menjual obat terlarang jenis Hexymer, satu butirnya dijual Rp 10 ribu. Modusnya, pelaku sengaja menjajakan kelapa muda sampai larut malam.

"Pelaku ini nyambi jualan es kelapa muda sambil jualan obat terlarang. Dia jualan hexymer," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono saat keterangan pers, Senin 20 September 2021.

Ironisnya, keuntungan jualan obat terlarang lebih rendah dibandingkan dengan untung jualan es kelapa muda. Pelaku dapat untung Rp 50 ribu setiap hari transaksi. Sementara, jualan kelapa muda untungnya mencapai sekitar Rp 100 ribu per hari.

"Dia ini untungnya lebih besar jualan kelapa muda dibanding jualan obat terlarang. Namun, ia masih saja jualan obat terlarang katanya untuk tambahan," katanya. Sasarannya, remaja dan sebagian ada yang sudah berkeluarga. Barang haram itu didapat melalui sistem pengiriman paket.

"Modus pelaku beli barang haram melalui jasa pengiriman paket. Pengedar besarnya kirim pake alamat fiktif dan nomor HP milik orang lain," tegas Rimsyahtono.

Selain pedagang ws kepala muda, jajaran Satnarkoba juga mengamankan empat pelaku lainnya. Mereka berprofesi sebagai pegawai POM mini, buruh hingga pengangguran.

Empat tersangka kasus penyalahgunaan narkoba yang diamankan tersebut adalah Eripandi alias Bucek, Jihad Hakiki, Izal Pahmi dan Dika Riswara. Total polisi menyita 10 ribu butir Hexymer dan puluhan gram tembakau sintetis.

"Barang bukti yang diamankan mencapai 10 ribu butir Hexymer, puluhan gram tembakau sintetis, sisa uang hasil transaksi," kata Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Dedih Dipraja.

Modus para pelaku lanjutnya, adalah pesan lewat jasa pengiriman online. Pelaku kemudian menggunakan nomor handphone yang teregister, tetapi bukan atas nama dan alamatnya bukan di wilayah Tasikmalaya.

"Bahkan, ada nama kontak dari Kupang, pelaku beli kartu yang sudah teregistrasi atas nama orang lain, bukan orang sini. Modus pelaku itu untuk menghindari kepolisian".

Kelima pelaku dijerat Pasal 196 Jo 198 Undang-undang RI, Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancamannya hukuman penjara maksimal 15 tahun.Sedangkan UU tentang Narkotika dipidana penjara paling singkat 4 empat tahun dan paling lama 12 tahun," katanya. **

.

Tags:,