Naik KA-Pesawat Tak lagi Diwajibkan Punya PeduliLindungi

Naik KA-Pesawat Tak lagi Diwajibkan Punya PeduliLindungi

Naik KA-Pesawat Tak Lagi Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi mulai Oktober 2021. (foto - ilustrasi)

Jakarta  -  Masyarakat  yang  akan  bepergian  dengan  moda  transportasi  kereta  api  (KA)  serta  pesawat  tidak lagi wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, mulai Oktober 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menjadikan fitur pada aplikasi PeduliLindungi bisa diakses di aplikasi lain.

Berangkat dari kekhawatiran sejumlah masyarakat yang sulit mengunduh aplikasi PeduliLindungi, baik karena tak memiliki ponsel pintar atau kapasitas ponsel yang tidak cukup untuk mengunduh aplikasi baru. Jadi, ke depan masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi tapi bisa mendapatkan fitur yang ada pada aplikasi tersebut.

"Model itu akan launching pada Oktober. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang," kata Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji melalui laman Kemenkes, Selasa 28 September 2021.

Namun, hal itu tak berarti 'bebas' melakukan perjalanan tanpa hasil tes PCR atau antigen. Sebab status tes Covid-19 dan sertifikat vaksin tetap bisa teridentifikasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK)saat membeli tiket pesawat atau kereta api.

"Kami sudah terapkan di bandara, bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api sudah tervalidasi saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun bisa diidentifikasi,a yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen)," katanya.

Terbaru, Aturan tentang Penerbangan Domestik Masa PPKM

Sebelumnya, pemerintah kembali memperpanjang aturan PPKM di Jawa - Bali serta luar Jawa - Bali selama dua minggu, yakni mulai 21 September sampai 4 Oktober 2021. Lewat Kementerian Dalam Negeri, pemerintah kembali merevisi syarat naik pesawat untuk penerbangan domestik, sebagai upaya mengendalikan pandemi Covid-19.

Aturan penerbangan domestik terbaru masih merujuk pada Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 18 Tahun 2021 beserta adendumnya, tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi COVID-19.

Aturan itu juga merujuk pada 2 Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), yakni Inmendagri No 43 (Jawa dan Bali) dan 44 (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua) Tahun 2021.

Sementara itu, aturan penerbangan domestik dari Kemenhub di masa PPKM hingga 4 Oktober 2021 juga mengacu pada SE Kemenhub No. 62 Tahun 2021, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara. Simak beberapa syarat terbaru penerbangan domestik.

Sertifikat vaksin Covid-19 menjadi syarat wajib untuk melakukan penerbangan domestik di masa PPKM. Untuk kedatangan dari Luar Jawa Bali atau Keberangkatan dari Jawa Bali ke Luar Jawa Bali, diwajibkan melampirkan kartu atau sertifikat vaksin dengan minimal dosis pertama.

Di lokasi check-in bandara, penumpang dapat melakukan scan QR Code melalui aplikasi PeduliLindungi. Jika muncul kategori hijau atau kuning/oranye, penumpang diperbolehkan melanjutkan proses check in.

Proses itu tak hanya mensyaratkan sertifikat vaksin Covid-19, ada pula bukti hasil tes Covid-19 yang perlu diperhatikan. Secara otomatis keduanya akan terunggah di aplikasi.

Hal itu sesuai dengan aturan SE Menkes Nomor 847/2021 yang menyatakan, laboratorium dan fasilitas kesehatan yang melakukan RDT antigen dan PCR wajib melakukan entry data hasil tes ke dalam aplikasi allrecord-tc-19 (New-all Record/NAR). Hasil tes itu lalu akan muncul di akun PeduliLindungi masing-masing calon penumpang pesawat.

Aturan yang juga wajib disertakan adalah menyertakan hasil negatif tes RT-PCR 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Khusus untuk perjalanan antar Kota/Kabupaten di Jawa - Bali, penumpang yang telah divaksin dosis lengkap tidak perlu menyertakan hasil negatif RT-PCR 2x24 jam. Sebagai gantinya, diwajibkan menyertakan hasil negatif tes antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Selain aturan penerbangan domestik perlu diperhatikan :

- Penumpang pesawat dengan usia di bawah 12 tahun dibatasi untuk sementara.
- Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker
- Melakukan validasi dokumen syarat penerbangan (vaksin dan hasil tes PCR atau antigen) melalui aplikasi PeduliLindungi di check point yang telah disediakan pihak bandara. **

.

Categories:Nasional,
Tags:,