Makam Ibu-Anak Korban Pembunuhan di Subang Dibongkar

Makam Ibu-Anak Korban Pembunuhan di Subang Dibongkar

Makam ibu dan anak kroban pembunuhan di Subang dibongkar. (foto - ist)

Subang  -  Makam  ibu  &  anak  korban  pembunuhan  di  Desa  Ciseuti  Jalancagak  Subang  dibongkar,  Sabtu  2  Oktober 2021. Kondisi kedua jenazah yang tewas 18 Agustus lalu itu pun sudah membusuk, dan sudah mengeluarkan bau yang menyengat.

Penyidik gabungan dari Bareskrim Polri beserta Polda Jabar dan Polres Subang membongkar makam tersebut di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Istuning Desa Cagak Kabupaen Subang.

Kedua jasad yang sudah terkubur selama 45 hari itu diangkat dari liang lahat, yang kemudian disimpan di atas meja yang tgelah disiapkan. Kondisi jasad keduanya sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Demikian diungkapkan oleh salah satu penggali kubur Waryana. Ia beserta lima warga lainnya melakukan penggalian dan mengangkat jasad ke atas meja. "Kondisinya sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat," katanya.

Ia mengatakan, dirinya tidak melihat langsung proses otopsi yang dilakukan petugas. Sebab, setelah menggali dan mengangkat jasad, ia di instruksikan untuk keluar dari tenda yang di pasang di atas kuburan itu. "Saya enggak boleh lihat setelah diangkat ke atas meja. Setelah selesai langsung dikubur lagi," katanya.

Sebuah tenda berukuran besar tampak berdiri di atas makam korban. Tenda tersebut ditutup kain terpal berwarna coklat, sehingga warga tidak bisa melihat aktivitas petugas di dalam tenda tersebut. "Pertama yang diangkat jasad ibunya lalu anaknya. Disimpan di atas meja setelah selesai dikuburkan lagi," tegasnya.

Seperti diketahui, pihak kepolisian membongkar makam Tuti Suhartini (55) dan anak Amalia Mustika Ratu (23) korban pembunuhan di Kecamatan Jalancagak Subang. Kedua jasad itu diangkat dari liang lahat dan dilakukan otopsi ulang oleh tim penyidik gabungan.

Hal itu pun dibenarkan oleh Fajar Sidik, kuasa hukum Yosep yang merupakan ayah dan suami dari kedua korban tersebut. Ia mengatakan, pembongkaran makam itu dilakukan sekitar pukul 14.00 hingga selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

"Semalam pak Yosep didatangi penyidik Polres Subang untuk meminta izin terhadap pembongkaran makam. Tujuannya kami secara detail tidak tahu apa yang dilakukan penyidik, mungkin ini bagian dari pendalaman perkara," kata Fajar Sidik.

Menurutnya, pihak Yosep yang juga sebagai saksi kunci dalam kasus itu akan selalu kooperatif kepada petugas dan akan memberikan keterangan sesuai yang diketahuinya.

"Jika ada dari pihak penyidik (polisi) meminta keterangan atau apapun kepada kami, pihak (Yosep) akan selalu memberikan apa yang dibutuhkan polisi," katanya. **

 

.

Tags:,