Negara Stop vaksin Moderna Usia Muda Jumlahnya Tambah

Negara Stop vaksin Moderna Usia Muda Jumlahnya Tambah

Negara yang hentikan penggunaan Vaksin Moderna di usia muda jumlahnya bertambah. (foto - ilustrasi)

Jakarta  -  Sejumlah  negara  melaporkan  adanya  peningkatan  kasus  miokarditis  (peradangan  jantung)  usai  menerima vaksin Moderna. Utamanya sejumlah negara yang berada di kawasan Eropa.

Negara itu memilih untuk menghentikan sementara vaksin Moderna bagi usia dewasa - muda, mulai 30 tahun ke bawah. Kejadian miokarditis juga disebut terjadi pada usia remaja, terlebih setelah menerima vaksin Covid-19 Moderna dosis kedua.

Menyusul negara Eropa lainnya, Islandia juga ikut menunda penggunaan vaksin Moderna akibat kasus peradangan jantung yang tercatat meningkat di usia dewasa muda, lebih banyak terjadi pada pria.

Sejumlah negara yang menunda sementara vaksin Moderna, Senin 11 Oktober 2021 :

- Islandia. Islandia akhirnya memilih menggunakan vaksin Pfizer di tengah penyetopan vaksin Moderna. Stok vaksin Pfizer itu sendiri masih tersedia, saat pemerintah memilih untuk mengedepankan kehati-hatian yang ditandai dengan meningkatnya miokarditis.

"Karena pasokan vaksin Pfizer cukup di wilayah itu, sehingga kepala ahli epidemiologi telah memutuskan untuk sementara tidak menggunakan vaksin Moderna di Islandia," demikian sebuah pernyataan yang diterbitkan lewat situs web Direktorat Kesehatan.

- Finlandia. Vaksin Moderna ditangguhkan, Direktur Institut Kesehatan Finlandia Mika Salminen menegaskan, Finlandia akan memberikan vaksin Pfizer-BioNTech pada pria yang lahir tahun 1991 dan setelahnya. Begitu juga untuk kelompok usia 12 tahun ke atas.

"Studi Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, Norwegia dan Denmark menemukan pria di bawah usia 30 tahun yang menerima vaksin Moderna Spikevax, memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada yang lain dalam mengembangkan miokarditis," sebutnya, seperti yang dilaporkan Channel News Asia.

- Swedia. Menyusul Swedia menjadi salah satu negara yang pertama kali menghentikan vaksin Moderna pada usia dewasa muda, karena adanya peningkatan miokarditis dan perikarditis. Swedia meyakini, keduanya memiliki kaitan yang jelas.

"Hubungannya sangat jelas ketika menyangkut vaksin Spikevax Moderna, terutama setelah dilakukannya dosis kedua," kata badan kesehatan itu. Risiko terkena pun sangat kecil.

- Denmark, Sebelumnya Denmark menggunakan vaksin Moderna untuk usia anak hingga remaja 12 - 17 tahun. Namun, setelah laporan mikoarditis meningkat, negara itu ikut menunda penggunaan vaksin Moderna dan menggantinya dengan vaksin Pfizer.

Hal itu dinilai otoritas kesehatan setempat sebagai langkah kehati-hatian. "Data awal menunjukkan, ada kecurigaan peningkatan risiko peradangan jantung, ketika divaksinasi dengan Moderna," kata Otoritas Kesehatan Denmark dalam pernyataannya.

Sementara itu European Medicine Agency (EMA) tengah menganalisis lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. Studi disebut selambatnya rampung pada bulan depan. "Data akhir diharapkan selesai dalam sebulan ke depan," tegas EMA. **

.

Categories:Internasional,
Tags:,