Langka bunga bangkai mekar di Kebun Raya Cibodas Cianjur

Langka bunga bangkai mekar di Kebun Raya Cibodas Cianjur

Bunga Bangkai mekar sempurna di Kebun Raya Cibodas Kabupaten Cianjur. (foto - LIPI)

Cianjur  -  Bunga  bangkai  koleksi  Kebun  Raya  Cibodas  (KRC)  Kabupaten  Cianjur  hingga  menjadi  pusat perhatian para wisatawan. Bunga dari spesimen dengan nomor koleksi 76i itu sudah menunjukkan tanda akan mekar, sejak awal Agustus 2021.

Berdasarkan keteangan General Manager PT Mitra Natura Raya KRC Marga Anggrianto, pada Rabu 13 Oktober 2021 dinihari bunga bangkai itu mekar secara sempurna untuk ketiga kalinya sejak awal penanaman.

"Bunga bangkai yang mekar dalam waktu empat tahun sekali dan memiliki karakteristik tidak dapat diprediksi. Namun pembukaan kelopak sudah terlihat, sejak Selasa 12 Oktober sore. Akhirnya spesimen itu mekar untuk ketiga kalinya," kata Marga.

Dibandingkan dengan spesimen lainnya yang sempat mekar pada Mei 2020, bunga bangkai yang mekar sekarang ini ukurannya lebih kecil. Dari hasil pengukuran KRC, tinggi perbungaan mencapai 289 sentimeter, dan garis tengah kelopak (spatha) dengan posisi mekar penuh 128 sentimeter.

Sedangkan bunga bangkai yang mekar pada pertengahan tahun lalu, memiliki tinggi total 352 sentimeter dengan diameter mekar bunga 166 sentimeter. Saat mekar penuh, perbungaan terlihat indah dengan tongkol berwarna kuning dikelilingi oleh seludang bunga (spatha) yang berwarna merah keunguan.

Bau busuk seperti bangkai pun dapat tercium dari beberapa meter. Menurutnya, bunga bangkai tersebut bisa bertahan dalam keadaan mekar sempurna selama lima hari jika kondisi cuaca panas. Namun kalau diguyur hujan hanya dapat bertahan selama dua hari.

"Tanaman endemik Indonesia tersebut hanya mampu mekar selama dua hari kalau hujan. Tapi saat musim panas atau cuaca cerah bisa sampai lima hari," tegas Marga.

Ia mengatakan, KRC memiliki 13 spesimen bunga bangkai yang terdiri atas satu spesimen indukan hasil pengoleksian berupa umbi, sedangkan 12 spesimen lainnya hasil perbanyakan dari biji sejak 2003.

Tanaman dengan nama latin Amorphohallus titanum (Becc.) itu termasuk dalam kategori tumbuhan langka, berdasarkan klasifikasi Internasional Union For Conservation Of Nature (IUCN). Keberadaannya dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

"Dengan mekarnya bunga bangkai tersebut tentu menjadi momentum yang baik untuk menyosialisasikan berbagai program penelitian dan konservasi tumbuhan pada masyarakat".

"Bunga ini mekarnya langka, satu bunga ini mekar dalam kurun waktu tiga atau empat tahun sekali. Bahkan, dengan banyak spesimen pun belum tentu ada yang mekar setiap tahunnya," kata Marga.

Ia menambahkan, pengunjung yang hendak melihat hanya bisa dari luar kerangkeng yang dibangun di sekitar pusat konservasi bunga bangkai. "Kita menjaga agar setiap spesimen tidak rusak, sehingga bisa kembali mekar sempurna.

Bagi masyarakat yang tidak bisa melihat secara langsung di lokasi, pihak KRC juga telah men-share sejumlah foto di media sosial Kebun Raya Cibodas," katanya. **

.

Categories:Unik,
Tags:,