Lampaui target WHO, warga RI yang telah divaksin 130,6 juta

Lampaui target WHO, warga RI yang telah divaksin 130,6 juta

Pemerintah gencar lakukan vaksinasi untuk kejar herd immunity. (foto - ilustrasi)

Jakarta  -  Satgas  Penanganan  Covid- 19  mencatat,  hingga  Senin  15  November  sebanyak  130,6  juta  warga  Indonesia sudah mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Covid-19.

Jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama pada Senin bertambah 333.169 orang dari hari sebelumnya, sehingga total menjadi 130.616.514 orang. Atau 62,7 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi.

Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua tercatat sudah dilakukan oleh sebanyak 84.552.446 orang. Jumlah itu setelah bertambah 390.687 orang dari hari sebelumnya.

Jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua atau sudah selesai menjalani vaksinasi mencakup 64,7 persen dari total warga. Sedangkan warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama sekitar 45,6 persen dari seluruh target vaksinasi.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, jumlah tenaga kesehatan yang sudah mendapat vaksinasi dosis ketiga (booster) bertambah 2.063 orang, sehingga total menjadi 1.191.298 orang.

Vaksinasi Covid-19 masih dilaksanakan di berbagai daerah. Pemerintah pun berusaha mendekatkan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat, yakni dengan menggelar pelayanan vaksinasi keliling atau pelayanan vaksinasi dari rumah ke rumah.

Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama itu sendiri ditargetkan bisa mencapai 70 persen, dari sasaran pada Desember 2021.

Pemerintah menggiatkan pelaksanaan vaksinasi untuk mempercepat terwujudnya kekebalan komunal terhadap Corona, serta menekan penularan penyakit tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi menyatakan, cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Yakni sekurang-kurangnya 40 persen populasi pada akhir 2021.

"Indonesia berhasil mencapai angka itu lebih cepat dari target WHO," katanya. WHO menargetkan setiap negara untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi pada akhir September 2021. Sekurangnya 40 persen pada akhir 2021 dan 70 persen populasi dunia pada pertengahan 2022.

Nadia mengatakan, pencapaian itu merupakan kerja keras seluruh komponen bangsa sebagai penyelenggara vaksinasi dan juga partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia yang bersedia untuk menjalani vaksinasi.

Stok vaksin Corona sendiri di Indonesia per Sabtu 13 November sebanyak 342,5 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku. Terakhir Indonesia menerima 4 juta dosis vaksin Sinovac pada Sabtu.

Ia mengimbau, masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.

Vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit dan mengurangi risiko kematian. Namun tidak menjadikan seseorang kebal 100 persen, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. "Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M," katanya. **

.

Categories:Nasional,
Tags:,