Pemberontak FARC bunuh 5 Tentara

Pemberontak FARC bunuh 5 Tentara

ilustrasi

Bogota - Pemberontak FARC Kolumbia membunuh lima tentara Jumat dalam satu serangan sehari menjelang gencatan sepihak yang dipuji sebagai satu langkah penting dalam perundingan perdamaian, kata militer.
 
Gencatan senjata itu mulai diberlakukan Sabtu (22/12/2014).
 
Para petempur FARC menyerang satu patroli di daerah pedesaan Santander de Quilichao di Kolumbia barat, dalam satu serangan pra subuh yang mencederai lima tentara lainnya dan seorang hilang, kata militer.
 
Insiden itu sehari sebelum kelompok gerilyawan kiri itu akan memulai satu gencatan senjata sepihak untuk waktu yang tidak ditentukan, satu tindakan yang dipuji oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai satu langkah positif untuk mempercepat perundingan perdamaian yang bertujuan untuk menghentikan konflik 50 tahun itu.
 
Presiden Juan Manuel Santos mengutuk serangan itu dan mengatakan tentara-tentara itu gugur "dalam mempertahankan keamanan rekan-rekan Kolumbia mereka." Komandan brigade yang diserang itu, Jenderal Wilson Chawez berikrar tentara akan terus memerangi "teroris-teroris" tanpa menghiraukan gencatan senjata yang diumumkan Rabu dan mulai berlaku Sabtu.
 
"Kami akan terus melakukan operasi militer kami. Itu adalah gencatan senjata sepihak. Kami adalah tentara yang tetap melakukan serangan," katanya kepada wartawan.
 
Berdasarkan gencatan senjata itu, FARC mengatakan para petempurnya hanya akan terlibat dalam permusuhan jika mereka diserang terlebih dulu.
 
Tindakan yang tidak pernah terjadi sebelumnya itu meningkatkan harapan-harapan bagi satu terobosan baru dalam perundingan perdamaian yang sedang diselenggarakan di Havana ibu kota Kuba yang dimulai November 2012.
 
FARC mengumumkan gencatan Natal dalam dua tahun belakangan ini tetapi ini adalah pertama kali tanpa satu tanggal kapan akan berakhir.
 
Pada Kamis, Santos menyebut itu satu "kado penuh duri" dan kembali menolak tuntutan pemberontak bagi satu gencatan senjata bilateral, yang ia katakan mereka akan gunakan itu menghimpun kekuatan kembali.
 
Pemberontak itu juga melancarkan serangan-serangan sebelum gencatan-gencatan senjata mereka tahun 2012 dan 2013, untuk menunjukkan kekuatan mereka sebelum menghentikan serangan mereka.
 
Serangan itu adalah pukulan terbaru pada perundingan perdamaian yang mengalami hambatan dalam pekan-pekan belakangan ini.
 
Bulan lalu, FARC (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolumbia) menangkap seorang jenderal angkatan darat yang memimpin satuan tugas anti-pemberontak di daerah humta Chooco, penangkapan perwira tertinggi yang pernah dilakukan mereka.
 
Insiden itu menyebabkan Santos menangguhkan perundingan-perundingan perdamaian, yang membuat pemerintahnya mendapat dukungan kendatipun dikecam keras pihak oposisi.
 
FARC membebaskan jenderal itu 30 November demi menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang macet itu.
 
Perundingan di Havana adalah usaha yang paling menjanjikan untuk mengakhiri perang gerilya 50 tahun, yang gagal dalam tiga usaha sebelumnya.
 
Konflik itu menewaskan 220.000 orang dan menyebabkan lebih dari lima juta orang terlantar, kata pemerintah. (AY)
.

Categories:Internasional,
Tags:perang,