Menag, “Banyak Masalah Dalam Penyelenggaraan Haji 2014”

Menag, “Banyak Masalah Dalam Penyelenggaraan Haji 2014”

Penyambutan kedatangan jamaah haji kloter pertama dari JKG 1435H/2014M (Foto: kemenag.go.id)

Jakarta – Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim mengakui, banyak masalah yang terjadi dalam penyelenggaraan haji tahun ini. "Banyak permasalahan pemondokan, katering, transportasi muncul di luar rencana. Namun, bisa segera diatasi meskipun di luar di rencana kita," katanyadi Bunderan HI, Jakarta, Minggu (21/09/2014).

Menurut Lukman, banyaknya jemaah haji asal Indonesia yang jumlahnya mencapai ribuan orang, memang menyebabkan banyak hal yang terjadi di luar rencana. Terlebih lagi penyelenggaraan haji dilakukan di negara orang yang membuat pemerintah Indonesia tidak leluasa secara cepat melakukan tindakan.Kemenag, tambah Lukman, harus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi bila muncul persoalan dalam penyelenggaran haji. “Hal-hal tertentu tidak memudahkan kita memberikan pelayanan. Namun demikian, pengalaman puluhan tahun Indonesia menyelenggarakan haji, saya yakin akan berjalan dengan baik," ujar politisi dari PPP ini.

Ia menyebutkan, hal-hal tak terduga seperti masalah majemuah (panitia pemondokan jamaah haji) pemondokan di Madinah yang melanggar kontrak kerja. Karena dalam kontrak kerja tertulis, pemondokan tidak boleh berjarak lebih dari 600 meter dari Madinah.Sementara itu, terkait dengan air zamzam, Kemenag telah menetapkan jatah bagi peserta haji 2014 hanya mendapatkan 5 liter. Sebelumnya, jatah air zamzam untuk jemaah haji adalah 10 liter. Setiap jemaah tidak diperkenankan membawa air tersebut lebih dari jumlah yang ditentukan.Kemenag juga tengah menggodok aturan kemungkinan agar jemaah haji yang sudah melakukan ibadah haji, tidak melakukannya lagi di tahun-tahun berikutnya. (AY)

.

Categories:Nasional,