Penertiban PMKS Kurang Efektif

Penertiban PMKS Kurang Efektif

Beberapa pengamen Kota Bandung sedang dilakukan pendataan saat tertangkap razia. (Foto : ADE)

Bandung – Untuk menertibkan kaum gelandangan, pengemis, dan pengamen Pemkot Bandung rela mengeluarkan dana Rp 250 juta agar masalah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) bisa teratasi. Pemkot Bandung menurunkan petugas PMKS sebanyak 210 orang, untuk berjaga di beberapa perempatan strategis yang banyak dipenuhi oleh para pengamen, pengemis, dan gelandangan.

 

Namun hingga saat ini, meski sudah diturunkan petugas PMKS untuk menertibkannya, masih  banyak beberapa anak jalanan yang mengais rupiah di beberapa perempatan di Kota Bandung. Ini adalah bukti, penertiban PMKS tidak efektif dan tidak bikin jera hingga mereka tak kapok balik lagi ke jalan.

 

Menurut Walikota Bandung Ridwan Kamil, untuk menertibkan PMKS, Pemkot Bandung membentuk tim gabungan dari Satpol PP Kota Bandung, Dinas Sosial Kota Bandung di bantu TNI dan Polri.

 

“Kita ada tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Sosial, di bantu TNI dan Polri. Kita turunkan 210 personel untuk berjaga di lapangan,” aku Ridwan Kamil di Plaza Balai Kota Bandung, Jl. Wastukaencana, Kamis (25/12/2014).

 

Masih ucap Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, Pemkot Bandung rela mengeluarkan dana Rp 250 juta setiap bulannya asalkan Kota Bandung bisa bebas dari PMKS.

 

“Kita keluarkan dana sekitar Rp 250 juta setiap bulannya, untuk melakukan penertiban PMKS dan pembinaan melalui Dinsos,” ucapnya.

 

Saat ini program penertiban PMKS sudah berjalan di hari ke-24, namun keberadaan anak jalanan dan sejenisnya masih saja terlihat di beberapa persimpangan dan lampu merah di Kota Bandung. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,