2 Kompensasi Dampak Negatif Kelola Sampah

2 Kompensasi Dampak Negatif Kelola Sampah

Ilustrasi Foto(Net)

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan dua perhitungan harga sebagai dana kompensasi dampak negatif ,dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. Mulai Januari 2015 tarif pembuangan sampah ini ditentukan melalui berat sampah dan ritnya.

Dalam rapat koordinasi mengenai penyelesaian pengaturan dana kompensasi dampak negatif pembuangan sampah ke TPA Sarimukti di Ruang Rapat Utama Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (31/12/2014).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah telah menyepakati tarif sebesar Rp 4.500 per tonnya, dan Rp 10.500 setiap ritnya. Hal itu bersasarkan tuntutan warga yang berasal dari 3 desa yang ada di sekitar TPA, yaitu Desa Sarimukti, Madalasari, Desa Rajamandala Kulon.

Tarif ini diberlakukan bagi tiga daerah yang memanfaatkan TPA ini sebagai lokasi pembuangan sampahnya. Yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.


“Uang tersebut dari Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi itu masuk ke kas daerah Kabupaten Bandung Barat sebagai tuan rumah. Nanti Bandung Barat melakukan perjanjian dengan tiga desa untuk mendistribusikan dananya, bisa dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, tergantung kesepakatan”, ujar Gubernur Jabar.

Sebelumnya, telah ada perjanjian antara ketiga daerah tersebut dengan warga sekitar Sarimukti, yang memberlakukan tarif hanya pada berat tonasenya saja dengan tarif Rp 4.500 per tonnya.

Sementara untuk pengelolaan dananya, Gubernur mengatakan akan dikelola oleh Pemkab Bandung Barat yang nantinya akan didistribusikan kepada 3 desa tersebut, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,