AS dan OPEC Berseteru Picu Harga Minyak Merosot

AS dan OPEC Berseteru Picu Harga Minyak Merosot

ilustrasi

Jakarta - Harga minyak mentah dunia menuju penurunan tahunan terbesar sejak terjadi krisis keuangan global di 2008. Ini dipicu oleh perang harga antara Amerika Serikat (AS) dan Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC), yang tidak mau saling mengalah. Pasalnya, saat ini suplai minyak mentah sangat melimpah.

Kemerosotan harga minyak telah mengguncang pasar mulai dari ruble Rusia hingga naira Nigeria, dan mengecilkan anggaran pemerintah di negara produsen seperti Venezuela dan Ekuador. Namun kejatuhan minyak juga telah meningkatkan cadangan minyak mentah darurat milik Cina, dan membantu memperkecil subsidi bahan bakar di India dan Indonesia.
 
Seperti dikutip dari Monex, Kamis (1/1/2015), OPEC telah mengatakan, mereka tidak akan memangkas suplai untuk mempengaruhi harga. Bahkan mereka lebih cenderung berusaha untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah lonjakan minyak shale AS yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
"Untuk tahun ini, faktor terbesar yang menggiring harga minyak turun adalah produksi minyak shale AS, yang diikuti oleh perang harga," kata analis komoditas di Samsung Futures Inc., Hong Sung Ki.
 
"Kemungkinan AS membatasi outputnya, mungkin hanya itu satu-satunya yang akan mengubah tren harga. Namun itu belum dilakukan, jadi kita kemungkinan akan melihat penurunan lebih lanjut," tambahnya.
 
Minyak berjangka tergelincir 1,4 persen di New York, dan menyebabkan kerugian 46 persen pada 2014. Cadangan minyak mentah Amerika diperkirakan naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,