12.500 ha Semak di Selatan Australia Terbakar

12.500 ha Semak di Selatan Australia Terbakar

Para peugas damkar Australia mencoba memadamkan semak yang terbakar.(Foto-Net)

Canberra - Lebih dari 24 rumah hancur atau mengalami kerusakan parah akibat terbakar pada akhir pekan lalu. Sementara, hampir 30 orang mendapat perawatan medis dan sebagian besar di antara mereka merupakan petugas pemadam kebakaran. 
 
Data yang dikutip dari laman VOA News menyebutkan, laporan stasiun berita jaringan televisi Ten mengatakan, satu-satunya korban yang mengalami luka parah adalah seorang petani. Dia menderita cedera tulang-belakang ketika berupaya melindungi hartanya. 
 
Menurut Menteri Besar negara bagian Australia Selatan, Jay Weatherill si jago merah telah melalap area seluas 12.500 hektar. Para pemadam kebakaran, lanjutnya tengah berpacu dengan waktu untuk memadamkan api, karena cuaca kembali tidak bersahabat. 
 
"Oleh karena itu, kami benar-benar berpacu dengan waktu untuk memastikan kami berhasil memadamkan titik api sebanyak mungkin, sebelum cuaca panas dan angin kencang akan kembali pada akhir pekan ini," ungkap Weatherill. 
 
Kebakaran semak atau rerumputan rutin terjadi di musim panas di Negeri Kanguru antara bulan Desember hingga Februari. Namun, kebakaran tahun ini merupakan yang terhebat sejak insiden serupa terjadi tahun 1983 lalu.
 
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema mengungkapkan, tidak ada warga Indonesia yang bermukim di Australia bagian selatan menjadi korban atas insiden kebakaran hebat yang bermula pada akhir pekan lalu. 
 
Dia pun telah meminta kepada para tokoh RI yang bermukim di sana untuk mengabarkan kepada KBRI Canberra jika terdapat WNI yang menjadi korban. Cuaca di Negeri Kanguru yang panas menyebabkan semak dan rumput belukar mudah terbakar. 
 
"Jadi, situasinya sangat kering, makanya rumput-rumput itu mudah terbakar. Makanya di beberapa tempat sering dipasang water spray," kata diplomat yang pernah menjabat sebagai Dubes RI untuk Kerajaan Belgia dan Uni Eropa itu. 
 
Contohnya, suhu di Canberra pada akhir pekan lalu bisa mencapai 34-35 derajat celcius. Suhu ini bisa bertambah tinggi di bagian selatan Australia. Data dari yang dimiliki KBRI Canberra, lanjut Nadjib, jumlah WNI di Australia Selatan mencapai sekitar 2.000 jiwa. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:bencana,