Kenaikan Gaji Gubernur Dipertanyakan

Kenaikan Gaji Gubernur Dipertanyakan

ilustrasi. (Net)

Bandung - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Barat Imas Masitoh mempertanyakan rencana kenaikan gaji untuk gubernur kepada Kemendgari karena sebelumnya lengser dari jabatannya mantan Presiden SBY sudah menandatangani hal tersebut.

"Cuma ada terdengar. Sebelum Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) lengser sudah ditandangai kenaikan gaji gubernur," kata Imas Masitoh, di Gedung DPRD Jabar Kota Bandung, Kamis (8/1/2015).

Imas juga sempat menyampaikan hal tersebut ke Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek saat dilakukan Pengarahan Pengelolaan Keuangan Daerah Khususnya Evaluasi APBD dan Penerapan Akrual Basis dari Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, di Ruang Paripurna DPRD Jabar.

Ketika ditanyakan apakah kenaikan gaji gubernur tersebut merupakan hal yang urgen, ia menuturkan hal tersebut relatif.

"Kalau soal ideal atau tidak atau urgen itu relatif. Saya hanya menyoroti dari sisi yuridisnya saja. Kalau sudah ditandatangi kenapa sampai sekarang tidak dilakukan," katanya.

Jika keputusan tersebut sudah ditandatangangi, lanjut dia, maka harusnya saat ini sudah dilaksanakan.

"Karena ini bukan terkait layak atau tidak layak naik atau rasional tidak rasional. Tapi kalau sebuah keputusan sudah ditandatangi harusnya dilaksanakan," katanya.

Menurut dia, saat ini gaji pokok seorang gubernur per bulan hanya Rp3 juta.

"Kalau gubernur naik (gaji), maka dewan juga naik," katanya.

Menyikapi usulan Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar tersebut, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengatakan kenaikan gaji tersebut harus menunggu kondisi keuangan negara membaik.

"Nanti lah tunggu kondisi keuangan negara sampai benar-benar membaik," kata Reydonnyzar Moenek. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,