Larangan Rapat di Hotel, Omzet Turun Drastis

Larangan Rapat di Hotel, Omzet Turun Drastis

Dinas Koperasi dan UMKM saat melakukan sosialisasi program di sebuah hotel di Bandung. (Foto : ADE)

Bandung – Sejak diberlakukannya larangan rapat di hotel bagi pejabat dan PNS oleh pemerintah Jokowi-JK, pro dan kontra bermunculan di masyarakat, terutama dari kalangan pengusaha hotel. Banyak pengusaha hotel atau tempat convention center mengaku mengeluh karena omzet pendapatannya menurun sejak larangan itu diberlakukan.
 
Menurut salah seorang Manager Marketing sebuah Hotel di Bandung Utara, Melinda, pendapatan hotel semenjak adanya larangan PNS dan pejabat dilarang rapat dan bikin acara di hotel, menurun drastis.
 
“Pendapatan hotel cukup menurun, karena omzetnya bisa turun mencapai 50 persen. Jika kebijakan pemerintah terus diperlakukan diprediksi pendapatan hotel dalam setiap bulannya pasti anjlok,” aku Melinda, Minggu (11/01/2014).
 
Melinda mengkhawatirkan, jika kebijakan pemerintah tidak diubah, ini justru akan mengganggu sektor ekonomi bagi perhotelan. Banyak hotel pasti akan mengeluh masalah omzet pendapatan yang berimbas ke PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
 
“Jika kebijakan seperti ini terus dijalankan dirasa pendapatan hotel akan turun dan berujung PHK karyawan,” cetus Melinda.
 
Selama ini kebanyakan hotel di Kota Bandung dan sekitarnya menggunakan konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), dan sebagian lagi mengambil konsep wisatawan. Biasanya hotel di sekitaran Bandung banyak digunakan untuk rapat para PNS instansi pemerintah baik dinas, kementerian, dan juga BUMD. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,