Kamerun Tewaskan 143 Pejuang Boko Haram

Kamerun Tewaskan 143 Pejuang Boko Haram

Ilustrasi Foto.(Net)

Yaounde - Tentara Kamerun menewaskan 143 petempur Boko Haram yang menyerang satu pangkalan militer di kota Kolofata, Selasa (13/1/2015) WIB, dalam apa yang disebut pemerintah adalah korban terbanyak gerilyawan di wilayahnya.
 
Seorang tentara Kamerun juga gugur dalam pertempuran itu, kata Menteri Komunikasi dan juru bicara pemerintah Issa Tchiroma Bakary dalam satu pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi dan radio.
 
Jumlah korban tewas itu adalah "terbanyak" yang dialami Boko Haram di wilayah Kamerun, katanya, terjadi saat ada kekhawatiran serangan lintas perbatasan meningkat oleh kelompok yang berpangkalan di Nigeria itu ke Kamerun, Chad dan Niger.
 
Juru bicara itu mengatakan serangan itu dimulai Senin pagi ketika "ratusan "petempur garis keras itu mengambil kesempatan saat kabut tebal melintasi perbatasan Nigeria dan berusaha menyerang satu pangkalan kesatuan militer elit di kota Kamerun utara itu.
 
Pertempuran seru berkobar dekat pangkalan itu, berlangsung lebih dari lima jam sebelum para penyerang mundur ke arah perbatasan itu, kata juru bicara itu dan menambahkan tentara telah menyita sejumlah senjata berat dari gerilyawan itu.
 
Satu sumber lokal mengatakan penduduk lari "segera setelah mendengar suara tembakan pertama" di kota itu.
 
Serangan pada Kolofata itu terjadi setelah pemimpin kelompok itu Abubakar Shekau pekan lalu bersumpah dalam satu pesan di YouTube untuk menyerang kembali Kamerun karena mengirim pesawat-pesawat tempur untuk memerangi para petempur itu Desember tahun lalu setelah mereka merebut satu kamp militer.
 
Serangan Senin itu adalah yang pertama oleh Boko Haram pada kota itu sejak Batalyon Intervensi Cepat angkatan darat dikerahkan untuk mempertahankan daerah itu setelah serangan-serangan mematikan tahun 2014.
 
Beberapa orang tewas dalam satu serangan ke Kolofata pada Juli dan 27 orang termasuk istri seorang wakil perdana menteri disandera selama beberapa pekan oleh kelompok garis keras Islam itu.
 
Pemberontakan Boko Haram, yang berjuang untuk mendirikan satu negara Islam di Nigeria timur laut menewaskan lelih dari 13.000 orang dan 1,5 juta orang mengungsi sejak tahun 2009.
 
Kelompok itu menguasai belasan kota dan desa di Nigeria timur laut dalam enam bulan belakangan ini dan kini kabarnya menguasai daerah-daerah luas di negara bagian Borno, yang berbatasan dengan Niger, Chad dan Kamerun.
 
Sementara itu, kota Baga, negara bagian Borno, seorang penduduk Senin mengatakan ia "melihat mayat-mayat di mana-mana" setelah satu serangan besar-besaran oleh gerilyawan itu di sana pekan lalu.
 
"Mereka memasang barikade-barikade di lokasi-lokasi strategis. Ada banyak mayat-mayat di banyak lokasi. Seluruh kota itu banyak mayat yang telah membusuk," kata Borye Kime, yang melarikan diri dari serangan itu ke Chad tetapi pulang sebentar Senin untuk mengumpulkan harta miliknya kepada AFP.
 
Para pejabat lokal menyatakan banyak orang tews dalam serangan pada kota itu di pantai-pantai Danau Chad di negara bagian Borno. Tidak mungkin untuk memperoleh konfirmasi segera mengenai jumlah itu Presiden Nigeria Goodluck Jonathan dikecam keras karena kegagalannya melumpuhkan Boko Haram yang keberhasialnnya merebut sejumlah daerah menimbulkan kekhawatiran hilangnya kekuasaan pemerintah atas wilaya timur laut itu. (AY)
.

Categories:Internasional,
Tags:kerusuhan,