Jangan Sampai Jamu Jadi Tamu

Jangan Sampai Jamu Jadi Tamu

Menteri Perindustrian Saleh Husin.(Foto:net)

Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan bahwa jamu sebagai salah satu produk berbasis budaya Indonesia harus jadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Jangan sampai jamu yang merupakan warisan leluhur kemudian diklaim oleh negara lain," ujarnya saat menyampaikan pidato dalam acara "Minum Jamu Bersama dalam rangka Mencintai Industri Jamu Nasional" di Kemenperin, Jakarta, Jumat (16/1/2015).

Ia berharap melalui acara tersebut masyarakat dapat membudayakan minum jamu serta memperkenalkan minuman tradisional Indonesia tersebut ke masyarakat dunia.

Saleh juga mengatakan kementeriannya siap melakukan beberapa langkah untuk mengembangkan industri jamu yang sekitar 90 persen masih dikelola oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM).

"Pihak Gabungan Pengusaha (GP) Jamu akan berkoordinasi dengan Dirjen IKM Kemenperin supaya industri jamu lebih bisa menggunakan bahan baku lokal secara maksimal sehingga devisa yang didapat negara bertambah serta tenaga kerja yang terserap juga semakin banyak," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan siap bekerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk meningkatkan ekspor jamu.

"Kalau mau ekspornya ditingkatkan ya pertama-tama jamu harus dihargai di negeri sendiri," katanya.

Industri jamu yang berfungsi sebagai minuman kesehatan dan pengobatan itu dinilai menjadi salah satu sektor strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian nasional.

Berdasarkam catatan Kemenperin, industri jamu menunjukkan prestasi yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut terlihat dari omset yang kian meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2014, penjualan jamu mencapai Rp15 triliun dan untuk tahun 2015 ini diperkirakan mencapai Rp20 triliun. Saat ini terdapat 1.160 industri jamu yang terdiri dari 16 industri skala besar dan 1.444 industri skala kecil dan menengah yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia terutama Pulau Jawa.

Industri jamu juga tercatat mampu menyerap 15 juta tenaga kerja, dimana tiga juta orang terserap di industri jamu yang berfungsi sebagai obat dan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang telah berkembang ke arah makanan, minuman, kosmetik, spa, dan aroma terapi. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,