Listrik di Gedung di Indonesia Tak Aman

Listrik di Gedung di Indonesia Tak Aman

ilustrasi. (Net)

Bandung - Perhimpunan Auditor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (PAKMI) menyatakan berdasarkan hasil pendataan seluruh bangunan atau gedung di Indonesia belum bersertifikasi aman dari fungsi kelistrikannya sehingga dapat memicu terjadinya kebakaran.

"Gedung-gedung di Indonesia 100 persen belum disertifikasi aman dari fungsi kelistrikan karena belum diaudit oleh auditor yang berkompeten dibidang lisrik," kata Ketua PAKMI Totok Irfandi saat pendidikan dan latihan auditor angkatan I/2015 di DPP ASTTI, Bandung, Jabar, Senin (19/1/2015).

Ia menuturkan, berdasarkan data hingga 2014 Indonesia memiliki 57,1 juta bangunan gedung, 20 persen diantaranya bangunan publik yang belum pernah diaudit untuk kelayakan jaringan listriknya.

PAKMI lembaga satu-satunya di Indonesia yang baru dibentuk untuk memeriksa kelayakan sistem fungsi listrik pada bangunan, kata Totok merupakan lembaga yang siap mengaudit dan memberi sertifikat terhadap bangunan layak dan aman dari fungsi kelistrikannya.

"Jaringan listrik di gedung belum pernah diaudit, padahal sudah diatur dalam undang-undang tentang bangunan gedung mewajibkan ada sertifikat layak fungsi termasuk didalamnya listrik," katanya.

Ia menegaskan, bangunan seperti kantor pemerintahan, hotel, restoran, pasar, termasuk rumah warga yang sudah menggunakan listrik sudah seharusnya diaudit untuk memberikan rasa aman dari bahaya kebakaran.

Selama ini, lanjut dia, di Indonesia pemicu terjadinya musibah kebakaran salah satunya akibat kesalahan dalam instalasi listrik pada bangunan.

"Kebakaran di Indonesia akibat jaringan listrik peringkat nomor satu, nah disini PAKMI ingin menekan, meminimalkan resiko kebakaran itu," katanya.

Totok menegaskan, PAKMI sebagai lembaga swasta siap mengimplementasikan undang-undang tentang bangunan gedung sebagai upaya menciptakan keamanan dan resiko dari bahaya kebakaran akibat listrik.

PAKMI, lanjut dia, sudah siap dengan auditor kelistrikan bersertifikasi untuk mengaudit jaringan listrik pada bangunan dengan menggunakan peralatan canggih yakni Infra Red Termografi" dan Power Quality Analizer.

"Fungsi audit sebagai peringatan dini bahwa bangunan ini litriknya tidak aman, nanti akan merekomendasikan harus seperti apa," katanya.

Jika bangunan yang diaudit aman dari bahaya listrik atau telah diperbaiki jaringannya, kata Totok, maka pihaknya secara resmi akan memberikan sertifikat aman dari fungsi kelistrikannya.

"Audit ini penting karena selama ini dari pemerintah tidak ada perhatian termasuk dari PLN bahwa bangunan harus diperiksa kelayakan listriknya," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,