JAKARTA – Arsenal tidak menurunkan tim cadangan atau melepas pertandingan di Liga Champions meskipun mereka telah lolos ke babak 16 besar. Dalam pertandingan besar melawan Inter Milan di babak penyisihan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu, 21 Januari 2026 dini hari WIB, Arsenal menunjukkan performa terbaik dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-1. Kemenangan tersebut membuat Arsenal mencatatkan rekor sempurna dalam kompetisi Eropa.
Arsenal, yang memimpin klasemen Liga Champions, adalah satu-satunya tim yang selalu menang. Selama tujuh pertandingan, Arsenal meraih rekor sempurna. Termasuk ketika mereka mengalahkan Inter sehingga membuat The Gunners mendapatkan 21 poin.
Pertandingan ini sebenarnya tidak memiliki dampak lagi bagi Arsenal yang sudah lolos otomatis ke babak gugur atau babak 16 besar. Namun, tim Mikel Arteta tetap tampil optimal dalam pertandingan tandang. Ini juga merupakan pertandingan besar di Liga Champions karena Inter, yang merupakan tim elit Eropa, saat ini bertengger di puncak klasemen Serie A Italia.
Sementara itu, Arsenal, yang sedang memburu trofi Liga Premier pertamanya sejak 2004, masih berada di puncak klasemen. Meskipun dalam pertandingan terakhir liga melawan Nottingham Forest berakhir 0-0, Arsenal sudah unggul tujuh poin dari Manchester City yang menghancurkan Manchester United 2-0.
Kemenangan atas Inter juga merupakan aset berharga bagi Arsenal yang bercita-cita untuk melanjutkan kesuksesan mereka saat bermain dalam pertandingan besar berikutnya di kompetisi domestik. Mereka akan menjamu Man Utd yang semakin percaya diri dalam pertandingan di Emirates, Minggu, 25 Januari 2026.
Di sisi lain, kekalahan di kandang dari Arsenal membuat Inter harus bekerja keras dalam pertandingan terakhir karena mereka terdepak dari delapan besar. Hasil buruk ini membuat Inter turun ke peringkat kesembilan dengan 12 poin. Mereka terpaut satu poin di belakang tim Serie A lainnya, Atalanta, yang berada di peringkat kedelapan.
Namun, Inter harus menghadapi lawan tangguh dalam pertandingan terakhir Liga Champions. Mereka berkunjung ke markas tim papan atas Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund. Hal ini bukan merupakan hal sepele ketika berkunjung ke Dortmund karena tuan rumah juga membutuhkan kemenangan untuk mendapatkan tiket otomatis ke babak 16 besar.
Pertandingan antara Inter dan Arsenal sendiri berlangsung sengit dan ketat. Meskipun bermain di kandang, Arteta tetap melakukan rotasi pemain dengan menempatkan striker Gabriel Jesus sebagai penyerang tengah didukung oleh Bukayo Saka. Jesus menggantikan Viktor Gyokeres yang berada di bangku cadangan. Arteta juga memberikan kesempatan kepada Eberechi Eze dan Mikel Merino sebagai starter.
Inter, yang membutuhkan kemenangan, turun dengan kekuatan penuh. Pelatih Cristian Chivu menurunkan duo penyerang Marcus Thuram dan kapten Lautaro Martinez. Kemenangan 1-0 atas Udinese membuat I Nerazzurri semakin percaya diri.
Namun, tuan rumah tidak menyangka akan menghadapi serangan ofensif Arsenal. Akibatnya, mereka kalah karena klub asal London Utara langsung menyerang pertahanan mereka.
Jesus, yang mendapatkan kepercayaan penuh dari Arteta setelah pulih dari cedera ACL yang memaksanya istirahat selama hampir setahun, langsung menunjukkan ketajamannya. Striker tim nasional Brasil ini membuka kemenangan Arsenal ketika pertandingan baru berjalan 10 menit. Ia menyambut assist dari Jurrien Timber untuk mengalahkan kiper Yann Sommer.
Hanya keunggulan 1-0 Arsenal tidak bertahan lama. Delapan menit kemudian, gelandang Petar Sucic menyamakan kedudukan. Gol tersebut bermula dari tendangan Thuram yang masih bisa diblokir. Namun, bola itu kemudian memantul dan mengarah ke Sucic. Dalam posisi sempurna, tendangan langsungnya masuk ke gawang David Raya.
Seri 1-1 membuat pertandingan berjalan seru. Inter, dipicu oleh gol Sucic, mencoba menyamai permainan Arsenal. Bahkan tim tamu kembali unggul melalui sepak pojok yang menjadi andalan tim Arteta untuk membobol gawang lawan.
Gol kedua Arsenal bermula dari bola mati, yaitu tendangan sudut oleh Saka. Bola yang menuju gawang Inter diterima oleh Leandro Trossard. Ia kemudian menanduk bola melewati gawang dan diterima oleh Jesus.
Tanpa kesulitan, Jesus membobol gawang Sommer untuk yang kedua kalinya pada menit ke-31. Kesuksesan Jesus dalam mencetak brace ini menunjukkan bahwa Arsenal telah membobol gawang lawan sebanyak 25 kali melalui tendangan sudut musim ini. Bahkan, ini merupakan gol ke-19 Arsenal yang bermula dari tendangan sudut.
Skor berubah menjadi 2-1 dan Inter berusaha memberikan tekanan. Tuan rumah hampir menyamakan kedudukan ketika Federico Dimarco mendapatkan peluang bagus sebelum babak pertama berakhir. Namun tembakannya dari jarak dekat bisa digagalkan oleh Raya. Kiper Spanyol itu brilian menyelamatkan peluang Dimarco. Skor tetap 2-1 di babak pertama.
Di babak kedua, permainan Arsenal tidak berubah. Mereka masih terlihat ofensif. Akibatnya, tim tamu mendapat dua peluang melalui Eze dan Trossard. Namun upaya mereka tidak membuahkan hasil.
Sementara itu, Inter mulai kesulitan membuka peluang untuk mencetak gol. Namun Inter mendapatkan peluang melalui striker pengganti Pio Esposito yang berhasil mengendalikan bola dan kemudian mengarahkannya ke gawang Arsenal. Namun tendangannya masih melebar.
Arsenal juga menikmati pertandingan dengan permainan solid. Tidak hanya itu, ketika pertandingan memasuki bagian akhir, mereka berhasil menambah satu gol. Gyokeres yang menggantikan Jesus akhirnya memperkuat keunggulan Arsenal.
Gyokeres masuk pada menit ke-75 dan kemudian membobol gawang Inter pada menit ke-84. Gol tersebut bermula dari kolaborasi apik Gyokeres dengan Gabriel Martinelli. Gyokeres kemudian menyodorkan bola kepada Saka. Ketika ada krisis, Saka kemudian menyodorkan bola kepada Gyokeres yang bisa mengkonversikannya menjadi gol.
“Saya senang karena Vik masuk dan mencetak gol. Saya senang karena saya dan Vik mencetak gol,” ujar Jesus sebagai tanggapan atas gol Arsenal. Skor berubah menjadi 3-1 untuk Arsenal. Keunggulan tersebut bertahan hingga akhir pertandingan karena kedua tim gagal menambah gol.





