JAKARTA, KOMPAS – PSSI hanya butuh lima tahun untuk mempercayakan merek olahraga lokal dalam pembuatan jersey timnas Indonesia. Setelah Mills dan Erspo, skuat “Garuda” akan menerima seragam tempur baru yang dirancang oleh Kelme, perusahaan manufaktur olahraga hasil kolaborasi antara Spanyol dan Tiongkok, untuk periode 2026 hingga 2030.
Jersey baru timnas Indonesia hasil kerjasama dengan Kelme akan digunakan pertama kali pada acara Seri FIFA 2026 di bulan Maret. Untuk persiapan ini, Kelme akan memperkenalkan jersey tim nasional Indonesia pada awal Maret. Jersey kandang dan tandang akan diprioritaskan untuk dirilis tepat waktu.
“Kami telah mempersiapkan jersey terbaru selama tiga bulan terakhir. Kami ingin jersey yang diproduksi oleh Kelme memiliki detail dan kualitas terbaik,” kata Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia, Marsal Masita, saat perkenalan Kelme sebagai produsen jersey timnas Indonesia yang terbaru, Jumat (23/1/2026), di Jakarta.
Dia menambahkan, “Kejutan untuk desain akan dipamerkan pada peluncuran jersey kandang dan tandang pada bulan Maret. Kami juga sedang berdiskusi dengan Kelme untuk memiliki jersey ketiga yang dapat dipakai (untuk pertandingan internasional) pada bulan September.”
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, pelatih kepala tim nasional Indonesia John Herdman, CEO Kelme Global Clinton Kei, dan CEO Kelme Indonesia Kevin Wijaya.
Kevin mengungkapkan bahwa desain jersey Indonesia akan memanfaatkan teknologi terbaru dari produksi jersey mereka yang disebut “K Shield.” Selain itu, kain seragam skuad Garuda kemungkinan besar akan menggunakan jenis kain jacquard dengan pola timbul yang khas.
“Kami berupaya mendukung kinerja para pemain dan pelatih timnas Indonesia, serta memberikan layanan maksimal bagi para pendukung. Peluncuran ini adalah langkah awal menuju meninggalkan warisan dan semangat baru bagi sepakbola Indonesia,” kata Kevin.
Kelme didirikan di Spanyol pada tahun 1960 oleh dua bersaudara, Diego dan Jose Quiles. Setelah menghadapi kesulitan keuangan, Kelme mendapat kesempatan kedua berkat manajemen komersial oleh perusahaan manufaktur Tiongkok, Jinjiang Yuanxiang, pada tahun 2014. Perusahaan ini sepenuhnya menentukan arah bisnis Kelme sejak tahun 2018.
Saat ini, Kelme adalah pemasok jersey untuk tim nasional Yordania dan Lebanon. Merek ini, yang memiliki logo cakar kucing, juga memproduksi jersey untuk beberapa tim profesional, termasuk Watford FC (Inggris), Espanyol (Spanyol), Boavista (Portugal), dan Macarthur FC (Australia).
Selain untuk klub, Kelme juga menjadi mitra utama untuk turnamen di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Asia. Mereka menyediakan perlengkapan pertandingan untuk wasit serta bola resmi untuk Piala Asia putra dan putri, tiga kompetisi klub Asia, dan Piala Asia futsal.
Di Indonesia, Kelme bukanlah pemain baru dalam dunia sepakbola. Sejak era Liga 1 Indonesia pada tahun 2017, Kelme telah menjadi produsen jersey untuk tim-tim Indonesia, seperti PSM Makassar, Persiraja Banda Aceh, PSPS Riau, Semeru FC (sekarang Hizbul Wathan FC), Martapura FC (sekarang Dewa United), Persik Kediri, dan yang paling baru, Persib Bandung.
Kelme adalah perusahaan olahraga kedelapan yang akan memproduksi jersey untuk timnas Indonesia. Pendahulu Kelme adalah Adidas, Asics, Diadora, Uhlsport, Mikasa, Puma, dan Nike.
Layanan yang Lebih Baik
Marsal menyatakan bahwa Kelme memenangkan proses tender untuk pakaian timnas sepak bola dan futsal Indonesia, yang diikuti oleh tujuh perusahaan, baik lokal maupun asing. Keputusan PT GSI untuk memilih Kelme diselesaikan pada 2 September 2025.
Menurut Marsal, Kelme dipilih karena merupakan pilihan terbaik bagi PSSI. Dengan pabrik besar di Kota Jinjiang, Fujian, Tiongkok, yang mencakup area seluas 50.000 meter persegi, Kelme memiliki kapasitas untuk memenuhi ketersediaan jersey dan peralatan tim nasional dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.
Marsal mengakui bahwa masalah stok jersey sering menjadi masalah dalam kemitraan pakaian sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan tim dan penjualan suvenir bagi pendukung timnas.
“Kualitas terbaik ada pada mereka, dan mereka juga memiliki fleksibilitas untuk memenuhi permintaan kami yang kadang-kadang mendadak. Oleh karena itu, mereka adalah pilihan terbaik bagi kami,” ujar Marsal.
Marsal menyatakan bahwa Kelme akan sepenuhnya mendukung ketersediaan seragam pertandingan, pelatihan, dan peralatan lainnya untuk 13 tim di bawah naungan PSSI, mulai dari sepak bola, futsal, hingga e-sports. Selain itu, seragam pelatihan untuk sumber daya manusia dalam sepakbola Indonesia, seperti lisensi pelatih, pelatihan wasit, dan pakaian resmi untuk Asosiasi Provinsi PSSI juga akan disediakan oleh Kelme.
Di sisi lain, Kevin menyatakan pihaknya telah menyiapkan rencana untuk memberikan layanan terbaik bagi PSSI. Dia berjanji bahwa tidak akan ada masalah lagi mengenai ketersediaan jersey timnas di pasaran saat bermitra dengan Kelme.
Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, antusias menyambut jersey tim nasional. Dia menekankan bahwa seragam kompetisi adalah identitas penting bagi tim untuk menampilkan keunikan mereka.
“Jersey juga melambangkan impian bagi anak-anak yang bermimpi untuk bermain untuk timnas Indonesia,” ujar Herdman.
:quality(75):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/23/57b19cfef46b28430b7aa91efe9b439a-tempImageYa1B5F.png)



