Beranda Sepak Bola Benfica Memaksa Real Madrid Masuk Babak Playoff Liga Champions

Benfica Memaksa Real Madrid Masuk Babak Playoff Liga Champions

55
0

MADRID – Real Madrid kehilangan kesempatan untuk lolos secara otomatis ke Liga Champions 16 tim setelah kalah 4-2 melawan Benfica dalam pertandingan terakhir fase kualifikasi di Stadion da Luz, Lisbon, Kamis, 29 Januari 2026 WIB.

Madrid kembali bermain di babak playoff dalam kompetisi Eropa. Dalam pertandingan terakhir saat mengunjungi markas lawan, Madrid sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan kualifikasi tanpa perlu playoff.

Meski Madrid unggul melalui Kylian Mbappe, Benfica tidak mau menyerah. Apalagi klub Portugal ini ditangani oleh Jose Mourinho yang pernah melatih Madrid. Meskipun terjadi pertukaran gol, Los Merengues akhirnya harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dan menutup pertandingan dengan kekalahan dua pemain. Alasannya adalah Raul Asencio dan Rodrygo mendapatkan kartu merah ketika pertandingan memasuki injury time.

Hasil buruk ini membuat Madrid kalah untuk kedua kalinya di bawah arahan pelatih baru Alvaro Arbeloa. Sedangkan kekalahan pertama yang diderita Madrid mengakibatkan mereka tersingkir di Copa del Rey. Ironisnya, tim Arbeloa dikalahkan oleh tim dari divisi kedua Albacete.

Kekalahan dalam pertandingan terakhir Liga Champions berdampak pada Madrid harus tersingkir dari delapan besar. Mereka hanya menempati peringkat kesembilan atau satu strip di bawah tim yang berada di zona kualifikasi otomatis dengan 15 poin.

Madrid bersama dengan tim elit Eropa seperti Inter Milan, Newcastle United, Juventus, Atletico Madrid, dan juara bertahan Paris Saint-Germain harus bermain playoff untuk mendapatkan tiket ke babak gugur.

Di sisi lain, Benfica, yang sebelumnya tergelincir ke posisi terbawah klasemen, akhirnya mendapatkan tiket ke babak 16 melalui jalur playoff. Benfica sendiri menempati peringkat 24 atau posisi terendah dari tim yang masuk zona playoff.

Mourinho puas bisa mengalahkan tim sekelas Madrid. Meskipun timnya harus bekerja keras, usaha mereka tidak sia-sia karena mereka berhasil lolos ke babak berikutnya.

“Dalam pertandingan ini, jika kami tidak lolos, tetapi kami ingin menang. Jika kami menang, itu menunjukkan bagaimana perilaku pemain dalam pertandingan. Saya senang mengalahkan Real Madrid meskipun masih membuat kami tersingkir,” kata Mourinho seperti dikutip oleh situs UEFA.

“Saya pernah merasakan kekalahan dan kemenangan pada menit terakhir. Saya sudah mengalami ini beberapa kali. Tapi dalam pertandingan ini kami menang. Namun, ini masih belum cukup. Anda harus berubah dan berani mengambil risiko. Alasannya adalah pertandingan bisa berakhir imbang 3-3 dan Anda pasti akan tersingkir,” kata pelatih yang membawa Inter Milan meraih treble.

Sementara itu, Mbappe mengakui dia kecewa dengan kekalahan. Menurutnya, Benfica bermain lebih baik dan layak untuk menang.

“Benfica bermain lebih baik dan layak untuk menang. Kami kehilangan konsistensi. Kami harus memperbaiki diri,” kata Mbappe yang mencetak dua gol dalam pertandingan.

Pertandingan itu sendiri seru dan ketat. Kedua tim ingin menang. Benfica mendapatkan penalti tapi kemudian dibatalkan setelah wasit memeriksanya melalui VAR.

Madrid akhirnya unggul saat Mbappe, yang berlari untuk menemui umpan Asencio, berhasil menjebol gawang tim tuan rumah. Gol yang mengubah skor menjadi 1-0 untuk Madrid tercipta pada menit ke-30.

Namun, keunggulan Madrid tidak bertahan lama. Hanya enam menit kemudian, sepakan kepala dari gelandang Andreas Schjelderup berhasil menyamakan skor setelah menuntaskan assist dari penyerang Vangelis Pavlidis.

Selanjutnya, Benfica berbalik unggul saat pertandingan memasuki injury time babak pertama. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan oleh Aurelien Tchouameni terhadap Nicolas Otamendi di kotak penalti yang membuat wasit menunjuk titik putih. Penalti itu diselesaikan oleh Pavlidis yang mengubah skor menjadi 2-1. Skor tersebut tetap bertahan hingga akhir babak pertama.

Masuk babak kedua, Madrid mencoba meningkatkan tekanan. Namun Benfica, yang tampil dengan percaya diri yang kuat, mampu menyamai permainan Madrid. Bahkan, Schjelderup berhasil mengonsolidasikan keunggulan tim tuan rumah setelah kembali menuntaskan umpan silang dari Pavlidis pada menit ke-54.

Pertandingan semakin seru karena Madrid tidak diam. Dengan permainan ofensif, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk memperkecil kesenjangan. Hanya empat menit kemudian, Mbappe mencetak gol keduanya yang mengubah skor menjadi 3-2.

Pada posisi itu, pertandingan semakin tegang. Benfica mencoba mengamankan keunggulan tersebut untuk mendapatkan tiket playoff. Namun, mereka harus memperkuat pertahanan mereka karena mereka dihadapi serangan-serangan beruntun dari Madrid.

Benfica akhirnya mulai lega setelah Madrid kehilangan seorang pemain. Asencio mendapat kartu kuning kedua yang diikuti dengan kartu merah pada menit 90+2. Kemudian giliran Rodrygo yang menerima kartu kuning kedua dan berakhir dengan kartu merah. Kejadian itu terjadi pada menit 90+7.

Hanya satu menit kemudian, kiper Benfica Anatoliy Trubin membuat kejutan dengan mencetak gol ke gawang Thibaut Courtois. Sundulannya yang memberi Benfica unggul 4-2 langsung disambut dengan euforia oleh para pemain dan Mourinho. Para pendukung juga bersorak atas gol kiper tersebut. Skor tersebut tetap bertahan hingga akhir pertandingan.