Beranda Sepak Bola Bermain dengan 10 Pria, AS Roma Lolos ke Babak 16 Besar

Bermain dengan 10 Pria, AS Roma Lolos ke Babak 16 Besar

85
0

JAKARTA – AS Roma harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-15 ketika bek Gianluca Mancini mendapatkan kartu merah dalam pertandingan terakhir fase kualifikasi Liga Europa melawan Panathinaikos di Stadion Spyros Louis, Athena, Jumat, 30 Januari 2026 WIB. Namun, Roma berhasil menahan Panathinaikos 1-1 dan secara otomatis lolos ke babak 16 besar.

Roma dan Panathinaikos sebenarnya sudah lolos ke babak 16 besar meskipun harus melalui babak play-off. Jika Panathinaikos menang, mereka memiliki kesempatan untuk masuk ke delapan besar dan bisa mendapatkan tiket otomatis ke babak gugur.

Harapan sebenarnya hampir terwujud saat Panathinaikos bermain di kandang. Bahkan, mereka sudah unggul 1-0 ketika menghadapi lawan yang bermain dengan 10 orang.

Roma terpaksa kehilangan seorang pemain setelah Mancini melakukan pelanggaran terhadap Milos Pantovic di menit ke-15. Wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Mancini. Namun, bek timnas Italia tersebut ternyata menjadi pemain terakhir ketika Pantovic mendekati area pertahanan Roma. Atas pertimbangan VAR, wasit memberikan kartu merah kepada Mancini.

Kehilangan bek memaksa pelatih Gian Piero Gasperini untuk mengubah strategi dengan memperkuat pertahanan. Sebelumnya, Roma sudah bermain dengan baik secara ofensif. Mereka menciptakan sejumlah peluang melalui Lorenzo Pellegrini yang menerima umpan dari Kostas Tsimikas di menit-menit awal pertandingan.

Namun, tendangan Pellegrini hanya bisa digagalkan oleh kiper Alban Lafont. Demikian pula, peluang kedua Pellegrini dan Matias Soule masih gagal saat memanfaatkan kesalahan lini belakang tim tuan rumah.

Di babak kedua, Panathinaikos menunjukkan kebangkitan. Mereka sebenarnya kembali tertekan melalui permainan agresif I Giallorossi. Namun, serangan Roma tidak membuahkan hasil.

Di sisi lain, Panathinaikos berhasil mencetak gol setelah Vicente Taborda mengalahkan kiper Pierluigi Gollini yang menggantikan Mile Svilar dalam pertandingan itu. Gol yang tercipta pada menit ke-58 tidak terlepas dari kesalahan bek Roma Daniele Ghilardi yang tidak menyadari bahwa Taborda ada di belakang. Taborda berhasil memotong bola untuk mengalahkan kiper.

Namun, tim Rafael Benitez gagal mempertahankan keunggulan 1-0. Meskipun mereka berusaha mengantisipasi serangan Roma, gol Panathinaikos akhirnya kebobolan saat pertandingan memasuki babak kedua.

Gol dimulai dari umpan silang Niccolo Pisilli yang ingin dihalau bek lawan. Hanya bek Jan Ziolkowski sudah mengambil tindakan untuk memimpin bola, yang membuat gawang Panathinaikos gemetar pada menit ke-80.

Skor menjadi imbang 1-1. Dalam posisi itu, Roma meningkatkan serangan mereka. Sayangnya, upaya mereka tidak berhasil dan skor tetap sampai akhir pertandingan.

Satu poin tambahan membawa keberuntungan bagi Roma. Alasannya, I Lupi naik ke peringkat kedelapan dengan 16 poin. Sama dengan Genk yang mengalahkan Malmo FF 2-1. Hanya Roma memiliki selisih gol sehingga mereka bisa masuk ke delapan besar dan lolos secara otomatis.

Sementara itu, Genk harus puas di peringkat kesembilan dan akhirnya bermain di babak play-off. Demikian pula, Panathinaikos akan bertanding di babak play-off setelah menyelesaikan di posisi ke-20 dengan 12 poin.

Meskipun lolos secara otomatis setelah masuk delapan besar, Gasperini tidak yakin apakah Roma adalah favorit juara. “Saya tidak tahu apakah kami termasuk salah satu favorit untuk menang. Bahkan, saya tidak kecewa jika harus lolos bahkan melalui play-off. Itu bukan masalah bagi kami,” kata Gasperini.

Ziolkowski, yang menyelamatkan Roma dari kekalahan, mengakui bahwa tim tidak menunjukkan performa terbaik. “Kami memang berjuang hingga akhir, terutama saat kami bermain dengan 10 pemain. Kami memberikan 120% kemampuan kami agar para penggemar dapat menikmatinya,” katanya.

“Hanya saja, performa kami tidak terbaik. Saya juga senang dengan gol pertama saya. Tentu saya berharap ini bukan yang terakhir. Sebenarnya saya punya kesempatan di babak pertama, tapi saya gagal memanfaatkannya. Tapi ketika saya melihat ada umpan silang, saya berada di posisi yang tepat [untuk mencetak gol],” ujar Ziolkowski.