Beranda Sepak Bola John Herdman Tegas, Tidak Boleh Ada Intervensi dalam Pergantian Tim Nasional Indonesia

John Herdman Tegas, Tidak Boleh Ada Intervensi dalam Pergantian Tim Nasional Indonesia

115
0

JAKARTA – Pelatih Tim Nasional Indonesia baru, John Herdman, sangat menyadari tekanan yang datang saat ia menerima tawaran untuk melatih Skuad Garuda.

Pelatih asal Inggris tersebut diketahui lebih memilih Tim Nasional Indonesia dan menolak tawaran dari Honduras. Herdman menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan meraih prestasi di level internasional.

Dalam pernyataannya, Herdman menekankan bahwa keputusannya bukan semata-mata tentang karir jangka pendek, melainkan visi jangka panjangnya terhadap sepakbola Indonesia. Ia mengakui terkesan dengan antusiasme masyarakat dan kualitas para pemain.

“Saya melihat potensi besar di Indonesia. Ada banyak pemain bagus, bakat muda, dan semangat yang sangat kuat terhadap sepakbola,” kata Herdman.

Pelatih asal Inggris tersebut juga menyatakan bahwa Indonesia menawarkan tantangan yang berbeda dibanding negara lain yang menghubunginya.

Menurutnya, kesempatan untuk membangun tim kompetitif dari pondasi yang kuat menjadi faktor utama dalam keputusannya.

“Ada peluang besar di Indonesia. Ini bukan hanya soal satu turnamen, melainkan bagaimana membangun sesuatu yang berkelanjutan.”

“Karier saya selama ini tentang membangun, bekerja dengan federasi yang memiliki semangat dan visi untuk membawa negara ke tempat yang belum pernah tercapai. Itu jelas.”

“Dari semua yang saya dengar dan baca, masyarakat di sini, negara ini siap. Tidak ada alasan lain. Kita memiliki pemain, kemampuan, profesionalisme, sekarang waktunya untuk lolos (Piala Dunia),” ujarnya.

Herdman menambahkan bahwa dukungan penuh federasi dan kepercayaan pada proyek jangka panjang Tim Nasional Indonesia membuatnya lebih percaya diri untuk mengemban peran tersebut.

Ia berharap dapat membawa pengalaman internasionalnya untuk membantu meningkatkan level Tim Nasional Indonesia.

Dengan keputusan ini, Herdman menegaskan komitmennya untuk membawa Tim Nasional Indonesia bersaing lebih jauh di kancah Asia dan dunia, serta menjawab harapan besar masyarakat sepakbola Indonesia.

“Saya ingin ada di sini saat negara ini mencapai tahap berikutnya. Saya berada di Kanada sebelumnya saat saya mengambil langkah, baik tim pria maupun wanita. Saya ingin berada di sini.”

“Ini adalah peluang yang sangat menarik dalam sepakbola. Ini bukan soal peringkat, bukan soal tim ini bisa pergi ke tempat yang lebih baik, atau kamu bisa melakukan ini di Piala Dunia.”

“Ada begitu banyak peluang di Indonesia untuk bisa melangkah ke tempat lain. Itu Piala Dunia. Itu misinya,” katanya.

Melihat misi dan tekanan yang terlihat di depan matanya, Herdman juga dengan tegas menyampaikan batasan-batasan dirinya saat memegang kendali Tim Nasional Indonesia.

Ia tidak ingin ada yang mengganggunya di ruang ganti. Memberi masukan boleh, namun keputusan akhir tetap ada di tangan Herdman.

“Ya, maksud saya, pelatih tim nasional harus sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan mereka. Sebagai pelatih tim nasional, Anda harus berkonsultasi.”

“Memang penting untuk mendengarkan pendapat dari suporter. Anda mendengarkan suporter, Anda mendengarkan para ahli, Anda mendengarkan pelatih di sistem yang lebih rendah, Anda mendengarkan pelatih profesional di liga.”

“Namun, pelatih kepala, dia tahu kapan harus meredam kebisingan tersebut dan membuat keputusan. Itulah tekanan, tanggung jawab yang harus dibawa oleh pelatih kepala.”

“Saya siap untuk tanggung jawab itu. Pelatih kepala akan membuat keputusan tentang siapa yang bermain di setiap pertandingan, di setiap laga, dan di setiap skuad,” katanya.