Beranda Sepak Bola Penalti Terakhir Genoa Gagal, AC Milan Lolos dari Kekalahan

Penalti Terakhir Genoa Gagal, AC Milan Lolos dari Kekalahan

52
0

AC Milan hampir kalah ketika penalti terakhir Genoa tidak berhasil. Milan juga menutup pertandingan dengan hasil imbang 1-1 dalam pertandingan Serie A Italia di Stadion San Siro, Jumat, 9 Januari 2026 dini hari WIB.

Ini adalah kesempatan bagus bagi Genoa yang seharusnya menciptakan kejutan saat mengunjungi markas Milan. Mereka unggul dan seharusnya memenangkan pertandingan. Namun, dua insiden di masa injury time membuat Genoa kehilangan dua poin.

Kegagalan Genoa terjadi ketika Rafael Leao berhasil mencetak gol yang menyamakan skor ketika terjadi krisis di depan gawang. Gol Leao diciptakan pada menit ke-90 +2.

Setelah gol itu, Genoa sebenarnya terus bermain secara ofensif. Akibatnya, tim tamu mendapat penalti ketika David Bartesaghi menjatuhkan Mikael Ellertsson di kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih yang kemudian mendapat protes dari kiper Mike Maignan. Protes keras kiper tim nasional Prancis itu juga berujung pada kartu kuning.

Wasit kemudian memeriksa insiden tersebut melalui VAR. Setelah meninjau insiden tersebut selama beberapa menit, wasit tetap teguh dalam keputusannya untuk memberikan penalti kepada Genoa.

Penalti tersebut dieksekusi oleh Nikolae Stanciu. Namun, tendangannya melambung di atas mistar gawang, menggagalkan peluang Genoa untuk menang. Kegagalan penalti membuat pemain-pemain Milan bersorak karena mereka berhasil menghindari kekalahan.

“Pertandingan ini cukup adil. Mereka [Milan] tidak pantas kalah di babak kedua. Di sisi lain, kami pantas untuk menang. Di babak pertama, kami menunjukkan sebagai tim yang kuat. Namun, kami harus kecewa mengakhiri pertandingan seperti ini,” kata pelatih Genoa Daniele De Rossi seperti dikutip oleh Football Italia.

Terkait pertimbangan menunjuk Stanciu sebagai eksekutor penalti, De Rossi menyatakan bahwa biasanya Ruslan Malinovskyi dan Aaron Martin yang melakukannya. Hanya saja, mereka ditarik keluar saat Genoa mendapat penalti.

“Kami memang memiliki dua eksekutor penalti, Malinovskyi dan Martin. Tapi saya yang memilih [ketika Stanciu mengeksekusi] karena dia sering melakukannya dalam latihan. Tendangannya juga keras. Itu pilihan yang wajar. Sayangnya dia gagal,” kata De Rossi.

Pertandingan sendiri berjalan ketat. Milan, yang bermain di kandang, sebenarnya mengalami kemunduran melawan permainan ofensif Genoa yang terlihat mudah.

Bahkan Genoa berhasil unggul ketika penyerang Lorenzo Colombo, yang tidak dijaga, menyambut umpan Malinovskyi. Pemain Milan berusia 23 tahun yang dipinjamkan ke Genoa itu menolak merayakan gol.

Ketika Genoa hampir mendapatkan tiga poin, Leao berhasil menghentikannya. Dimulai dari tendangan sudut Luka Modric dan kemudian terjadi kekacauan dan Leao melanjutkan dengan sundulan yang menghancurkan gawang lawan.

Skor berakhir 1-1 dan bertahan hingga akhir pertandingan setelah Stanciu gagal menyelesaikan penalti pada menit ke-90+9. Pelatih Milan Massimiliano Allegri mengatakan para pemain tidak cukup sabar sehingga mereka tidak bisa memanfaatkan banyak peluang yang diciptakan.

“Kita harus menerima hasil apapun yang terjadi. Kita harus positif dari hasil pertandingan ini. Mereka bermain dengan baik dan mengunci permainan kita. Tapi di babak kedua intensitas mereka menurun. Di sisi lain, permainan kita lebih baik,” kata Allegri.

“Pertandingan ini mengajarkan kita, terutama dalam hal kedewasaan, jika kita ingin mencapai target kita, yaitu finis di empat besar. Kita harus memperbaiki diri sendiri. Kita tidak cukup sabar dan tergesa-gesa,” katanya lagi.

Hasil imbang membuat Milan tetap berada di posisi kedua dengan 39 poin. Selisih satu poin dari Napoli di posisi ketiga. Hanya Rossoneri yang gagal menutup kesenjangan dengan pemimpin, Inter Milan. Rival satu kota tersebut telah mengumpulkan 42 poin setelah menang 2-0 atas Parma.

Sementara itu, Genoa gagal menjauh dari zona degradasi. Mereka tetap berada di posisi 17 dengan 16 poin. Genoa hanya unggul tiga poin dari Hellas Verona, yang berada di posisi 18 atau di atas tim-tim zona merah.