Beranda Sepak Bola Kalahkan Real Madrid, Barcelona Mempertahankan Piala Super Spanyol

Kalahkan Real Madrid, Barcelona Mempertahankan Piala Super Spanyol

52
0

Barcelona Pertahankan Gelar Piala Super Spanyol setelah Mengalahkan Real Madrid 3-2

Barcelona berhasil mempertahankan gelar Piala Super Spanyol setelah mengalahkan Real Madrid 3-2 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin, 12 Januari 2026 WIB. Pemain sayap Raphinha mencetak dua gol yang menjadi penentu kemenangan Barca dalam El Clasico kedua ini.

Barca membalas kekalahan saat bertemu rival abadi mereka lagi. Pada volume pertama El Clasico dalam kompetisi LaLiga Spanyol, Barca harus mengakui superioritas Madrid. Pada saat itu di kandang Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Barca terpaksa menyerah 2-1.

Namun, pelatih Barca Hansi Flick sebenarnya memiliki catatan brilian dalam El Clasico musim lalu. Dari empat pertemuan dalam kompetisi domestik, final Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol, Flick selalu berhasil mengalahkan Carlo Ancelotti yang saat itu menangani Madrid dengan membawa Barca meraih kemenangan.

Sekarang, Madrid telah berganti pelatih dan ditangani oleh Xabi Alonso. Skor kedua pelatih ini adalah 1-1. Namun, Flick sedikit unggul karena Barca masih bertengger di puncak klasemen LaLiga. Sementara Madrid mengikuti di urutan kedua dan terpaut empat poin.

Alonso sebenarnya berharap untuk memenangkan Supercopa de Espana serta trofi pertamanya sebagai pelatih Madrid. Jika dia menjadi juara, setidaknya dia dapat meningkatkan keyakinan tim yang kesulitan mengejar Barca dalam kompetisi. Alsono juga mengalami tekanan setelah meraih hasil yang mengecewakan dalam liga. Ironisnya, Alonso memiliki awal yang gemilang dalam bulan-bulan awal kompetisi.

Dalam pertandingan tersebut, baik Barca maupun Madrid menurunkan tim terbaik mereka. Bahkan Alonso memasukkan Kylian Mbappe yang sebelumnya absen dalam pertandingan semifinal karena belum pulih dari cedera lutut.

Sementara itu, Flick kembali memilih Lewandowski sebagai starter sehingga Ferran Torres duduk di bangku cadangan. Pemain sayap Lamine Yamal kembali menjadi pilihan pertama. Ketika menang melawan Athletic Bilbao di semifinal, Yamal hanya turun di babak kedua.

Madrid telah menyerang melalui Vinicius Junior. Hanya saja, Vinicius Jr, yang tidak mencetak gol dalam 16 pertandingan, hanya menjadi ancaman karena usahanya dapat digagalkan oleh kiper Joan Garcia.

Barca sedikit terlambat dalam memanaskan mesin, namun mereka mampu mengejar permainan ofensif Madrid. Bahkan, Blaugrana berhasil unggul ketika Raphinha membuka kebuntuan pada menit ke-36. Gol itu terjadi ketika Raphinha yang menerima umpan dari tengah lapangan, kemudian melakukan solo run ke area pertahanan Madrid. Begitu dia masuk ke kotak penalti, pemain tim nasional Brasil itu melepaskan tembakan keras ke sisi kiri gawang tanpa bisa dijangkau kiper Thibaut Courtois.

Keunggulan Barca hanya bertahan sebentar. Vinicius Jr, rekan setim Raphinha, berhasil menyamakan skor di injury time babak pertama. Dia berhasil menunjukkan aksi mengesankan mengelabui bek Jules Kounde sebelum membobol gawang Barca.

Skor berubah 1-1 dan pertandingan semakin panas sebelum turun minum. Hanya saja dua menit kemudian, giliran Lewandowski yang bekerja sama dengan Pedri berhasil mengalahkan kiper Courtois. Penyerang tim nasional Polandia itu melepaskan tendangan yang tidak bisa dijangkau Courtois sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Madrid enggan menyerah meskipun 45 menit babak pertama sudah usai. Hanya dua menit kemudian, giliran Gonzalo Garcia membobol gawang Barca. Itu dimulai dari sepak pojok dan bek Dean Huijsen melompat tinggi untuk menyambut bola dengan tandukan.

Namun, bola mengenai mistar gawang sehingga memantul. Bola liar langsung disambut oleh Garcia yang berada dalam posisi sulit untuk menendang ke gawang. Bola mengenai mistar gawang sebelum masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga akhir babak pertama.

Di babak kedua, intensitas pertandingan sedikit menurun. Kedua tim hanya menciptakan sedikit peluang. Barca akhirnya memanfaatkan peluang ketika Raphinha mendapat kesempatan untuk mencetak gol.

Dari luar kotak penalti, dia melepaskan tembakan keras yang mengenai bek Raul Asencio, yang membuat bola sedikit berbelok dan kiper Courtois tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam keunggulan 3-2, Alonso memasukkan Mbappe dengan harapan menyamakan skor dan menjadi senjata utama jika terjadi adu penalti.

Namun harapan Alonso tidak terwujud. Mbappe hanya menyebabkan gelandang Frenkie de Jong diusir keluar karena pelanggaran terhadap kapten Prancis tersebut.

Mbappe gagal membobol gawang Barca dan skor 3-2 tetap bertahan hingga akhir pertandingan. Barca juga memperpanjang rekor sebagai tim yang paling banyak memenangkan Piala Super Spanyol sebanyak 16 kali.