Penembak bersenjata membuka api di sebuah pertandingan sepak bola di pusat Meksiko pada hari Minggu, membunuh setidaknya 11 orang dan melukai 12 orang, dalam ledakan kekerasan terbaru di negara bagian Guanajuato.
Cásar Prieto, walikota kota Salamanca di pusat negara bagian Guanajuato, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting ke platform media sosial bahwa para penembak tiba di akhir pertandingan. Sepuluh orang meninggal di tempat kejadian dan satu orang meninggal kemudian di rumah sakit.
Seorang wanita dan seorang anak termasuk di antara 12 orang yang terluka dalam apa yang disebut Prieto sebagai serangan “menyesal dan pengecut”. Dia mengatakan serangan itu bagian dari gelombang kejahatan di kota itu dan memohon kepada presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, untuk membantu mengendalikan kekerasan.
Kantor jaksa negara mengatakan sedang menyelidiki dan berkoordinasi dengan otoritas federal untuk memperkuat keamanan di daerah itu.
Guanajuato sudah menjadi salah satu daerah paling berbahaya di negara itu selama bertahun-tahun, karena perang antara kartel saingan. Pada hari Sabtu, lima orang tewas dalam dua serangan terpisah di dekat Salamanca, kata Prieto.
Salamanca juga merupakan rumah bagi salah satu dari tujuh kilang minyak dijalankan di Meksiko oleh perusahaan minyak negara Pemex, dan pencurian bahan bakar bertanggung jawab atas salah satu dari ekonomi kriminal terbesar Meksiko.
Prieto mengatakan: “Insiden ini menambah kekerasan yang sayangnya kita alami di negara bagian ini, dan khususnya di Salamanca. Sayangnya, kelompok-kelompok kriminal mencoba menundukkan otoritas, yang tidak akan mereka capai.”
Guanajuato berbatasan dengan Jalisco, ibu kota yang, Guadalajara, adalah salah satu kota tuan rumah Piala Dunia sepak bola pria tahun ini.
Gubernur Guanajuato, Libia Dennise, menyebut serangan itu “tidak dapat diterima” dalam sebuah pernyataan di media sosial dan mengatakan keamanan di negara bagian tersebut telah diperkuat, tanpa memberikan detail.
Sheinbaum, ketika ditanya dalam konferensi pers rutinnya pada hari Senin pagi tentang informasi mengenai serangan tersebut, mengarahkan pada kantor jaksa agung negara bagian, yang mengatakan sedang berkoordinasi dengan otoritas municipal, negara bagian, dan federal untuk memperkuat keamanan di daerah tersebut, melindungi orang-orang, dan menemukan pelaku.
Prieto bersumpah dalam komentarnya di Facebook: “Mereka yang bertanggung jawab akan ditemukan.”






:quality(75):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/23/57b19cfef46b28430b7aa91efe9b439a-tempImageYa1B5F.png)